Tribun Eksklusif
HUT Kota Pontianak - Sutarmidji Titip Mega Proyek Kota, Catat Lokasinya
Midji meminta Wali Kota Pontianak kedepannya harus memperhatikan lapangan kerja, kemudian IT harus terus digunakan untuk percepatan pelayanan.
Penulis: Syahroni | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Tinggal setahun lagi masa kepemimpinan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji akan berakhir.
Midji yang merupakan calon gubernur Kalbar ini masih menyisakan sejumlah pekerjaan yang akan ia dorong untuk penyelesaiannya.
"Sisa satu tahun kedepan saya masih ada utang dua jalan yang harus dibangun, walaupun tidak tuntas tahun 2018, tapi setidaknya itu harus dimulai pembangunannya, Jalan Kebangkitan dan Jalan Pemda," ucapnya.
Jalan Pemda sebetulnya sudah mau dimulai pembangunan, tapi masyarakat hanya memberi tanah 9 meter, seharusnya 12-16 meter sehingga pembangunan belum dimulai.
(Baca: Direksi Beserta Staff Makmur Abadi, Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Pontianak ke - 246 )
Untuk yang lain Midji rasa sudah, misalnya sekolah relatif baik semua di Pontianak.
Tinggal kedepan wali kota membenahi tujuh saluran primer yang ada di Kota Pontianak.
Sungai Raya Dalam, Parit Haji Husein, Perdana Media, Parit Tokaya, Diponegoro, Sungai Jawi, Sungai Beliung dan Parit Jalan Tebu.
Itu semuanya sebut Midji harus terkonek ketujuhnya supaya Pontianak tidak banjir.
Walaupun itu memang tanggungg hawab pusat tapi Pemkot harus koordinasi dan harus ada sinergi antar pusat dan daerah.
PDAM saat ini produksi Pontianak sudah 2150 liter perdetik, untuk menjawab kebutuhan Pontianak 15 tahun kedepan.
Wali kota berikutnya menurut Midji bertugas meningkatkan kualitas airnya, dan memperluas jaringan.
(Baca: Segenap Pimpinan dan PT Angkasa Pura II Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Pontianak ke-246 )
"Kemudian saya juga masih ada hutang lima titik genangan misalnya Jalan S Parman, Pancasila, Kawasan kota Baru, Pinggiran Sungai Gang Landak. Yang lain target saya sudah genah dan bagaimana menjaganya dan membuatnya lebih modern saja," jelasnya.
Dalam dua periode kepemimpinan Midji sebetulnya ingin angka kemiskinan di Pontianak dibawah 5 persen ketika ia mengakhiri tugas dan ia berharap itu bisa dalam waktu setahun kedepannya.