Pentas Seni untuk Kemanusiaan, Balaan Tumaan Tampilkan 3 Lagu
Pentas seni kemanusiaan Rohingnya yang diadakan Prodi Seni Musik dan Tari FKIP Untan memberi kesan tersendiri bagi ensemble
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pentas seni kemanusiaan Rohingnya yang diadakan Prodi Seni Musik dan Tari FKIP Untan memberi kesan tersendiri bagi ensemble director Balaan Tumaan Ensemble, Nursalim Yadi Anugerah.
Lelaki berambut gondrong ini mengaku sangat senang karena bisa terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya pentas seni kali ini sangat menyentuh hati.

"Seni esensinya adalah kemanusiaan. Hal-hal yang berkaitan dengan kemanusiaan erat kaitannya dengan seni. Makanya penampilan malam ini sangat berkesan bagi saya pribadi," ujarnya saat ditemui seusai perform, Rabu (4/10/2017) malam.
(Baca: Pentas Seni untuk Kemanusiaan, Alfia Bangga Bawakan Tari yang Digarap Sendiri )
Dia bersama teman-temannya yang tergabung dalam kelompok musik dan tari Balaan Tumaan membawakan 3 lagu yang diangkat dari kearifan lokal Masyarakat Dayak.
"Lagu pertama adalah Da'Tingang ini adalah lagu dari Kayan Mendalam Kapuas Hulu, selanjutnya adalah lagu Lan'e yaitu lagu hiburan untuk masyarakat Kenyah, lalu lagu yang ketiga adalah lagu hiburan masyarakat Kanaytn dari Kabupaten Landak," ujarnya.
Yadi berharap bisa berkontribusi lebih bagi kemanusiaan melalui seni.
"Karena seni itu sendiri adalah kemanusiaan," ujarnya.