Pentas Seni untuk Kemanusiaan, Balaan Tumaan Tampilkan 3 Lagu

Pentas seni kemanusiaan Rohingnya yang diadakan Prodi Seni Musik dan Tari FKIP Untan memberi kesan tersendiri bagi ensemble

Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Penampilan Balaantumaan pada acara pentas seni untuk kemanusian 'Save Rohingya' yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik bersama Ikatan Mahasiswa Seni (Ikanmas) FKIP Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, di Auditorium Untan, Pontianak, Kalbar, Rabu (4/10/2017) malam. Dana yang terkumpul dari pementasan ini untuk membantu warga Rohingya yang akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pentas seni kemanusiaan Rohingnya yang diadakan Prodi Seni Musik dan Tari FKIP Untan memberi kesan tersendiri bagi ensemble director Balaan Tumaan Ensemble, Nursalim Yadi Anugerah.

Lelaki berambut gondrong ini mengaku sangat senang karena bisa terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya pentas seni kali ini sangat menyentuh hati.

Penampilan Balaantumaan pada acara pentas seni untuk kemanusian 'Save Rohingya' yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik bersama Ikatan Mahasiswa Seni (Ikanmas) FKIP Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, di Auditorium Untan, Pontianak, Kalbar, Rabu (4/10/2017) malam. Dana yang terkumpul dari pementasan ini untuk membantu warga Rohingya yang akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap.
Penampilan Balaantumaan pada acara pentas seni untuk kemanusian 'Save Rohingya' yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik bersama Ikatan Mahasiswa Seni (Ikanmas) FKIP Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, di Auditorium Untan, Pontianak, Kalbar, Rabu (4/10/2017) malam. Dana yang terkumpul dari pementasan ini untuk membantu warga Rohingya yang akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA)

"Seni esensinya adalah kemanusiaan. Hal-hal yang berkaitan dengan kemanusiaan erat kaitannya dengan seni. Makanya penampilan malam ini sangat berkesan bagi saya pribadi," ujarnya saat ditemui seusai perform, Rabu (4/10/2017) malam.

(Baca: Pentas Seni untuk Kemanusiaan, Alfia Bangga Bawakan Tari yang Digarap Sendiri )

Dia bersama teman-temannya yang tergabung dalam kelompok musik dan tari Balaan Tumaan membawakan 3 lagu yang diangkat dari kearifan lokal Masyarakat Dayak.

"Lagu pertama adalah Da'Tingang ini adalah lagu dari Kayan Mendalam Kapuas Hulu, selanjutnya adalah lagu Lan'e yaitu lagu hiburan untuk masyarakat Kenyah, lalu lagu yang ketiga adalah lagu hiburan masyarakat Kanaytn dari Kabupaten Landak," ujarnya.

Yadi berharap bisa berkontribusi lebih bagi kemanusiaan melalui seni.

"Karena seni itu sendiri adalah kemanusiaan," ujarnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved