TribunPontianak/

Upaya Pemkab Sekadau Cegah Seks Bebas di Kalangan Pelajar

Fenomena kenakalan remaja, seks bebas, nikah usia muda dan lain sebagainya masih terjadi.

Upaya Pemkab Sekadau Cegah Seks Bebas di Kalangan Pelajar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau Budi Mustika, saat memberikan sambutan pada kegiatan jambore pusat informasi dan konseling (PIK) remaja di SMK Negeri 1 Sekadau, Senin (11/9/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau Budi Mustika menuturkan, fenomena kenakalan remaja, seks bebas, nikah usia muda dan lain sebagainya masih terjadi.

Hal itu disampaikan pada saat kegiatan jambore pusat informasi dan konseling (PIK) remaja di SMK Negeri 1 Sekadau, Senin (11/9), yang diikuti oleh ratusan pelajar.

Budi megungkapkan, pusat informasi dan konseling (PIK) remaja sangat baik sebagai wujud menciptakan generasi muda yang baik pula.

“PIK remaja dibentuk pada 2013 lalu, mulai jambore ditahun yang sama dengan lima kelompok. Jumlah kelompok PIK remaja hingga saat ini bertambah sebanyak 18 kelompok diantaranya empat PIK remaja berbasis masyarakat,” ujarnya.

(Baca: Soal Investasi, Simak Pesan Kapolres Sekadau )

Ia juga mengapresiasi semu pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap, ke depan ada inovasi-inovasi dalam merangsang kreativitas para remaja yang ada di Kabupaten Sekadau.

“Kegiatan ini juga kerjasama antara pemkab Sekadau bersama BKKBN perwakilan provinsi Kalbar,” tuturnya.

PIK remaja berkomitmen menolak nikah dini, tolak seks pra nikah dan tolak narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lain (Napza).

Ketua Panitia, Sovian menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mempersatukan PIK remaja berbasis sekolah maupun masyarakat dalam persaudaraan.

Sehingga, kata dia, para pelajar tersebut dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportifitas.

“PIK remaja memiliki komitmen tolak nikah dini, tolak seks pra nikah dan narkotika, alkohol, psikotoropika dan zat adiktif lain (Napza),” ujarnya.

Sovian menegaskan, dengan komitmen tersebut dapat menghasilkan generasi berencana yang dapat dimulai dengan generasi muda sebagai penerus bangsa.

Ia mengatakan, pendewasaan usia perkawinan merupakan syarat mutlak yang harus dipegang teguh oleh remaja serta mengerti dan memahami nilai-nilai dalam delapan fungsi keluarga.

“Peserta diperkirakan sebanyak 750 orang yang mengikuti perlombaan dan permainan strategi. Ini membuktikan besarnya perhatian semua pihak yang telah mendukung kesatuan gerak generasi berencana di Kabupaten Sekadau,” tukasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help