TribunPontianak/

Danlanud Supadio Tutup Pendidikan Juru Monitor Udara Pesawat Hawk 100/200

Dengan selesainya pendidikan ini, maka upaya pemenuhan kebutuhan teknisi pesawat Hawk 100/200 telah maju selangkah lagi

Danlanud Supadio Tutup Pendidikan Juru Monitor Udara Pesawat Hawk 100/200
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Danlanud Supadio Marsma TNI Minggit Tribowo memberi selamat kepada para personel, pada penutupan pendidikan juru monitor udara pesawat Hawk 100/200, di Lanud Supadio, Kamis (16/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIA AK.CO.ID, KUBU RAYA - Danlanud Supadio Marsekal Pertama TNI Minggit Tribowo, S.IP secara resmi menutup pendidikan Juru Montir Udara (JMU) pesawat Hawk 100/200 angkatan ke-2 tahun 2017. Penutupan pendidikan yang diikuti oleh 3 orang Perwira Teknik dan satu orang Bintara teknik Lanud Supadio ini ditandai dengan penyematan Wing JMU oleh Danlanud yang berlangsung di Graha Teddy Kustari, Lanud Supadio, Kamis (16/2/2017).

“Dengan selesainya pendidikan ini, maka upaya pemenuhan kebutuhan teknisi pesawat Hawk 100/200 telah maju selangkah lagi, sehingga dapat lebih meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan Lanud Supadio dalam mengemban tugasnya dimasa mendatang, khususnya yang terkait dengan peningkatan kemampuan para teknisi dalam melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan pesawat Hawk 100/200," ujarnya.

Baca: Latihan Survival Prajurit Lanud Supadio Ajang Uji Personel

Menurut Danlanud mereka akan berkonstribusi besar dalam upaya meningkatkan kesiapan pesawat Hawk 100/200 Skadron Udara 1. Keberadaan personel yang memiliki kualifikasi JMU ini sangat dibutuhkan dalam mendukung kesiapsiagaan Lanud Supadio, terutama dalam upaya meningkatkan kesiapan pesawat tempur Hawk 100/200.

“Perawatan dan pemeliharaan pesawat tentunya bukanlah pekerjaan yang mudah, pekerjaan ini memerlukan keterampilan dan pengetahuan serta sangat erat kaitannya dengan faktor keselamatan terbang dan kerja. Oleh karena itu dengan adanya pendidikan JMU Angkatan Ke-2  ini, diharapkan kualitas dari personel teknisi yang mengikuti pendidikan JMU ini akan semakin baik,” kata Danlanud.

Pada kesempatan tersebut Danlanud juga mengharapkan agar pendidikan JMU ini terus dilanjutkan dan dikembangkan sehingga, kebutuhan personel teknisi pesawat Hawk 100/200 yang berkualifikasi JMU akan semakin meningkat. 

Sementara itu pada laporan pelaksanaan pendidikan JMU ini disampaikan bahwa, pendidikan JMU Angkatan Ke-2 diikuti oleh 4 orang siswa terdiri dari Perwira Teknik (Patek) 3 orang dan Bintara Teknik (Batek) 1 orang dengan waktu pendidikan selama 6 bulan. 

Sedangkan Instruktur terdiri dari Instruktur Penerbang 3 orang dan Instruktur Bina kelas 14 orang.  Adapun tahapan pendidikan antara lain adalah bina kelas yang dilaksanakan sebanyak 116 jam pelajaran, simulator dilaksanakan di CALS/FBT sebanyak 16 jam dan bina terbang dilaksanakan sebanyak 1 jam terbang dan 1 sortie untuk tiap siswa sebagai pengenalan terbang. (*)

Penulis: Madrosid
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help