TribunPontianak/

Puluhan Guru Terancam Tak Bisa Mengajar

Sama sekali tidak ada penerbangan. Mau lewat Tarakan untuk bisa naik MAF, antreannya panjang sekali.

Puluhan Guru Terancam Tak Bisa Mengajar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/File
Proses belajar mengajar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, NUNUKAN - Diperkirakan ada puluhan guru terancam tak bisa mengajar lantaran tidak bisa kembali ke Krayan. Pasalnya, hingga kini tidak ada penerbangan yang melayani rute ibukota Kabupaten Nunukan- Krayan.

Setelah pulang berlibur, kini para guru yang bertugas di perbatasan Republik Indonesia- Malaysia ini hanya pasrah menunggu hingga ada penerbangan ke Krayan.

Sejak berakhirnya subsidi ongkos angkut (SOA) penumpang pada akhir tahun lalu, hingga kini tidak ada lagi penerbangan yang melayani penumpang dari ibukota Kabupaten Nunukan ke Krayan.

Guru SMP Negeri I Krayan Imam mengatakan, setelah libur sekolah pada 17 Desember lalu, dia tidak bisa lagi kembali ke Krayan.

‘’Sama sekali tidak ada penerbangan. Mau lewat Tarakan untuk bisa naik MAF, antreannya panjang sekali. Saya sudah booking mulai 1 Januari sampai hari ini belum dapat giliran berangkat,’’ ujarnya, Kamis (12/1/2017) sekitar pukul 13.00.

Dia sudah melakukan sejumlah upaya agar bisa mendapatkan tiket penerbangan dengan maskapai Mission Avation Fellowship (MAF) dari Tarakan.

“Saya sudah meminta pertolongan tenaga UPT yang memiliki link dengan MAF. Tapi belum dapat kursi,” ujarnya.

Bahkan ia sudah berupaya meminta tolong melalui seorang tokoh agama yang memiliki kedekatan dengan MAF.
“Sampai meminta tolong anggota Dewan. Tapi sampai sekarang belum dapat,” ujarnya.

Imam akhirnya mendapatkan kabar jika dia akan mendapatkan giliran terbang pada 17 Januari mendatang. Untuk bisa menggunakan fasilitas penerbangan tersebut, dia harus membayar Rp. 1.280.000. Padahal dengan SOA penumpang, biaya yang dikeluarkan hanya Rp.380.000.

‘’Masalah ongkos itu masyarakat nggak ada yang mengeluh. Asal ada saja pesawat, mereka tetap beli,” ujarnya.
Selain dia, masih ada puluhan guru yang juga belum bisa kembali ke Krayan untuk mengajar.

Halaman
12
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help