Guru Kayong Utara Harap Peningkatan Kesejahteraan
Untuk dapat terus meningkatkan kesejahteraan guru, karena guru adalah pondasi awal dalam membentuk karakter siswa.
Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhammad Fauzi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA – Memperingati Hari Guru Nasional tahun ke-71 yang jatuh pada, Jumat (25/11/2016), tentunya banyak harapan yang ingin dicapai para guru yang ada di Indonesia, tanpa terkecuali di guru di Kabupaten Kayong Utara.
Satu diantara guru Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) yang mengabdi di Kabupaten Kayong Utara Rahmadiah berharap kepada pemerintah untuk dapat terus meningkatkan kesejahteraan guru, karena guru adalah pondasi awal dalam membentuk karakter siswa yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa Indonesia.
"Saya berharap dihari guru ini Pemerintah dapat lebih memperhatikan hak dan kewajiban yang harus diterima oleh seorang guru. Selian itu, tidak lupa saya mengucapkan selamat hari Guru Nasional Indonesia, kepada guru-guru yang bertugas di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia," terang Rahmadiah.
Dirinya yang memilih profesi guru tentunya paham betul konsekuensi menjadi seorang guru, namun dirinya mengaku bangga bisa menjadi guru, karena berperan langsung dalam mencerdaskan bangsa dan Negara.
"Di hari guru ini tentunya saya merasa bangga, karena saya dapat bertugas turut mencerdaskan bangsa. Untuk itu mari kita bersama-sama dapat terus bersemangat dalam menjalankan tugas ini," sambungnya.
Baca: Warga Keluhkan Guru PNS Jarang Masuk
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA N 1 Sukadana, Burhanudin mengatakan, bertepatan hari guru ini dirinya berpesan kepada guru-guru muda sebagai pengurus untuk mengajar bekerjalah sesuai dengan hati, untuk mencerdaskan bangsa.
"Di hari guru ini saya hanya berpesan kepada guru-guru muda kita, agar dapat menjalankan tugas sesuai dengan hati, karena apa jika kita berkerja sesui dengan hati Insya Allah lancar, karena itu yang saya terapkan selama ini,"sarannya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara Romi Wijaya mengatakan saat ini kesejahteraan guru bervariasi, sehingga menurutnya tidak semua guru tidak sejahtera, karena pemerintah pusat, maupun daerah sudah mengalokasikan beberapa uang tambahan, seperti untuk guru terpencil, sehingga tentunya akan berbeda dengan guru yang mengajar di daerah perkotaan.
“Kalau kesejahteraan guru sekarang ini bersifat relatif. Dari sisi status misalnya antara PNS, Honor Daerah dan Honor Sekolah. dari sisi tempat tugas antara daerah perkotaan dan terpencil. Kalau PNS ada tunjangan khusus terpencil. Kalau Honda (Honor Daerah) honornye lebih tinggi 200 ribu dari yg lain,” terang Romi Wijaya, Jumat (25/11/2016).
Saat ini lanjut Romi Pemerintah pusat maupun daerah terus berupaya memberikan yang terbaik, termasuk gaji dan tunjangan lainnya bagi para guru, namun khusus untuk guru honorer daerah tentunya menurut romi ada batasan, karena kemampuan daerah masing-masing berbeda.
“Namun demikian, kompensasi berupa Gaji, Tunjangan bagi PNS dan Honorarium bagi Honorer telah diberikan pemerintah sesuai kemampuan keuangan dengan mempertimbangkan aspek tersebut.Kalau PNS standarnya dari Pusat. Kalau Honda (Honor Daerah) standar daerah dan kebijakan daerah sesuai kemampuan keuangan.Kalau dengan PNS tidak terlalu jauh juga, karena PNS baru masuk sarjana gaji kurang lebih 1,5 jutaan kecuali yang pangkat sudah tinggi dan masa kerja sudah lama,” tutur Romi Wijaya.
Lanjutnya, dalam hal kebijakan terkait kesejateraan guru menurut Romi akan disinkronkan dengan kebijakan yang ada di pusat sehingga kebijakan yang di buat pemerintah daerah tidak berbenturan.
Dan dengan keterbatasan Pemerintah daerah, pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan telah berupaya memberikan penghargaan yang terbaik demi tercapainya kesejahteraan guru yang ada.
“Tapi disinkronkan biar nggak duplikasi, kalau honor daerah itu daerah. Kalau bicara besar kecil penghasilan memang relative, yang penting adalah adanya Goodwill pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan Guru, dan tergantung kemampuan keuangan,” tambahnya.