Bayi Kembar Siam di Sanggau Hanya Bertahan Hidup Enam Jam

Sayang, di sana tidak mampu karena keterbatasan alat dan tenaga media

Penulis: Haryanto | Editor: Jamadin
Istimewa
Kelahiran bayi kembar siam atau bayi yang tubuh keduanya bersatu terjadi, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sanggau, Jumat (22/5) lalu sekitar pukul 13.00 WIB. 
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Ibu muda Marlina (21) melahirkan bayi kembar siam. Bayi kembar siam yang diberi nama Elia tersebut lahir dengan cara operasi cesar, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sanggau, Jumat (22/5/2014) lalu sekitar pukul 13.00 WIB. Namun sayang, putri pasangan Samuel (24)  dan Marlina ini hanya bertahan hidup sekitar enam jam, dan meninggal di RSUD Sanggau sekitar pukul 19.00 WIB.
“Memang di bagian dalam tubuhnya ini menyatu semua, paru-paru, jantung, hatinya. Kalau bagian luar memang terpisah, tangannya lengkap sama kaki, kepala dua, cuma bagian dalam yang satu,” cerita Paman Elia Kembar, Partinus Likki, pada Rabu (28/5/2014) malam.
Sejak diketahui hamil hingga melahirkan memang usia kandungan hanya delapan bulan. Untuk itulah, pertama kali lahir paska cesar, kedua bayi dibantu oksigen dan dimasukan ke dalam tabung.

Namun, saat mengandung tak ada keanehan terjadi. Saat di USG, juga belum diketahui bahwa bayi itu kembar siam. Pada saat hari kelahiran, awalnya ibunya Marlina dibawa ke Puskesmas Parindu untuk dibantu melahirkan. Sayang, di sana tidak mampu karena keterbatasan alat dan tenaga media.
“Tapi, karena di sana tidak mampu jadi dibawa ke rumah sakit Sanggau, jadi oleh dokter langsung dioperasi kemudian sekitar setengah jam lahir lah,” jelasnya.
Setelah lahiran itulah baru diketahui anak tersebut kembar siam. Namun, dikatakan, tak ada yang mencurigakan saat proses kelahiran melalui operasi. “Hanya ibunya memang lemah karena itulah jadi dilakukan operasi cesar,”tukasnya.
 
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved