Disperindagkop Jamin Sembo Stabil
Kita juga, setiap pekannya selalu rutin kelapangan untuk mengecek harga. Sedikit pun belum ada kenaikan harga yang melambung tinggi.
Tayang:
Editor:
Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Disperindagkop Kota Pontianak Imran mengatakan, menjelang Imlek, harga sembako di Pontianak di jamin stabil tanpa ada kenaikan yang signifikan, Senin (21/1/2013).
"Kita juga, setiap pekannya selalu rutin kelapangan untuk mengecek harga. Sedikit pun belum ada kenaikan harga yang melambung tinggi. Kecuali harga telur, itu mengalami kenaikan, namun, kenaikan ini bukan dipengaruhi imlek. Seltelah kami cek kelapangan mengenai kenaikan harga telur, ini disebabkan, banyak matinya ayam petelur," jelasnya kepada Tribunpontianak.co.id, Senin (21/1/2013).
Dikatakannya, semakin banyak prmintaan, secara otomatis, harga semakin naik. Hal i ni sesuai dengan sistem permintaan pasar. "Kenapa pada hari imlek kondisi harga tidak naik, karena permintaan akan konsumsi seperti daging dan sejenisnya sangat kurang, kecuali daging babi. Tapi permintaan akan daging babi, tidak sebanyak permintaan daging sapi saat idul fitri. Sehingga kenaikan harga daging sapi jauh melonjak," jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini, kenaikan harga daging sapi yang Rp 75 ribu, dan pada saat idul fitri naik menjadi Rp 100 ribu lebih, dan sampai sekarang ,masih bertahan dengan harga Rp 90-an ribu. "Setelah kita telaah, ternyata, naiknya harga daging, itu disebabkan karena untuk sapi, kita banyak stok dari sapi-sapi lokal. Dan bukannya sapi yang dikirim dari Jawa lagi," tandasnya.
Berita selengkapnya baca di edisi cetak, Selasa (22/1/2013)