Style Blitz
Nyali Tertantang Aggressive Inline Skate
Itu satu di antara beberapa pengalaman naas saya saat bermain aggressive inline skate
"Itu satu di antara beberapa pengalaman naas saya saat bermain aggressive inline skate," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, belum lama ini.
Menaklukkan rasa takut diri sendiri merupakan pintu masuk David, sapaannya, ke dalam dunia aggressive inline skate, sebuah olahraga anyar perkembangan dari inline skate dan tergolong olahraga ekstrem. Karena dengan keberanian, medan atau lintasan terjal dan berundak-undak, akan dapat dilalui dengan mulus.
"Keberanian bisa melahirkan rasa yakin. Kalau sudah yakin, trik sesusah apapun pasti dapat ditaklukkan," ungkap remaja yang tinggal di Jl Husein Hamzah, Pal 5 itu.
David yang sejak setahun yang lalu menyukai olahraga ekstrem, sama sekali tak bisa melihat video aggressive inline skate di internet, tanpa keinginan menggebu-gebu hendak segera mencobanya. Kaki David serasa gatal ingin mencoba trik yang dipertunjukkan dalam video itu.
"Setiap kali melihat video trik aggressive inline skate kedua kaki saya goyang-goyang sendiri dan ingin segera mencobanya," tukasnya.
Kegilaan David pada aggressive inline skate sampai-sampai diperlakukan sama wajibnya mengikuti perkuliahan di kelas. Bila kuliah wajib dihadiri pada tempo yang sudah diatur, bermain aggressive inline skate juga pasti disempatkannya. Tempo senggang tak dibiarkan David berlalu percuma di depan televisi. Ia akan bergegas pergi ke skate park atau Taman Gitananda dengan sepatu roda miliknya bermerk USD tipe realms, yang dibelinya seharga Rp 2,8 juta.
"Waktu kosong sangat berharga bila diisi dengan berlatih trik," ucap mahasiswa semester 5, Jurusan Akuntansi, Politeknik itu.
Kegandrungan pada aggressive inline skate juga membetot M Reza Risqillah (20). Kegagalan menaklukkan trik yang berujung pada cidera justru kian melecut semangatnya untuk dapat menguasai trik.
"Saat ngegrind (meluncur di atas rail), muka saya biru lebam akibat menghantam kayu lantaran tak bisa menjaga kecepatan," ungkap pria yang bekerja sebagai resepsionis pada satu hotel di Pontianak itu.
Nyali Reza, sapaannya, sepertinya tak kenal padam. Setelah pernah mengalami memar di muka, beberapa bulan kemudian, giliran punggungnya yang menghantam rail dan seketika railnya bengkok setelah tak mampu menjaga keseimbangan tubuh saat meluncur.
"Bila sudah hobi, betapa pun besar risiko bermain aggressive inline skate, tak mampu menggantikan taraf kepuasan yang dirasakan saat berhasil menundukkan trik," ungkapnya.