Style Blitz

Nyali Tertantang Aggressive Inline Skate

Itu satu di antara beberapa pengalaman naas saya saat bermain aggressive inline skate

Tayang:
Editor: Jamadin
zoom-inlihat foto Nyali Tertantang Aggressive Inline Skate
Siaful
Pemain Skate sedang melakukan trik Makio atau ngegrind (meluncur) dengan satu kaki di atas medan keramik dengan memegang kaki sebelahnya.
DI SEBUAH skate park (taman atau tempat berlatih), David Richard Rezkillah (20) meluncur di atas sepatu roda inline skate. Di hadapannya melintang rail sepanjang 2 meter setinggi dua jengkal orang dewasa. Ia melompat dan berselancar di atas rail dengan posisi kedua kaki menyilang. Namun naas, ia tak mampu menjaga keseimbangan tubuh. Ia tersungkur mencium lantai.

"Itu satu di antara beberapa pengalaman naas saya saat bermain aggressive inline skate," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, belum lama ini.

Menaklukkan rasa takut diri sendiri merupakan pintu masuk David, sapaannya, ke dalam dunia aggressive inline skate, sebuah olahraga anyar perkembangan dari inline skate dan tergolong olahraga ekstrem. Karena dengan keberanian, medan atau lintasan terjal dan berundak-undak, akan dapat dilalui dengan mulus.

"Keberanian bisa melahirkan rasa yakin. Kalau sudah yakin, trik sesusah apapun pasti dapat ditaklukkan," ungkap remaja yang tinggal di Jl Husein Hamzah, Pal 5 itu.

David yang sejak setahun yang lalu menyukai olahraga ekstrem, sama sekali tak bisa melihat video aggressive inline skate di internet, tanpa keinginan menggebu-gebu hendak segera mencobanya. Kaki David serasa gatal ingin mencoba trik yang dipertunjukkan dalam video itu.

"Setiap kali melihat video trik aggressive inline skate kedua kaki saya goyang-goyang sendiri dan ingin segera mencobanya," tukasnya.

Kegilaan David pada aggressive inline skate sampai-sampai diperlakukan sama wajibnya mengikuti perkuliahan di kelas. Bila kuliah wajib dihadiri pada tempo yang sudah diatur, bermain aggressive inline skate juga pasti disempatkannya. Tempo senggang tak dibiarkan David berlalu percuma di depan televisi. Ia akan bergegas pergi ke skate park atau Taman Gitananda dengan sepatu roda miliknya bermerk USD tipe realms, yang dibelinya seharga Rp 2,8 juta.

"Waktu kosong sangat berharga bila diisi dengan berlatih trik," ucap mahasiswa semester 5, Jurusan Akuntansi, Politeknik itu.

Kegandrungan pada aggressive inline skate juga membetot M Reza Risqillah (20). Kegagalan menaklukkan trik yang berujung pada cidera justru kian melecut semangatnya untuk dapat menguasai trik.
"Saat ngegrind (meluncur di atas rail), muka saya biru lebam akibat menghantam kayu lantaran tak bisa menjaga kecepatan," ungkap pria yang bekerja sebagai resepsionis pada satu hotel di Pontianak itu.

Nyali Reza, sapaannya, sepertinya tak kenal padam. Setelah pernah mengalami memar di muka, beberapa bulan kemudian, giliran punggungnya yang menghantam rail dan seketika railnya bengkok setelah tak mampu menjaga keseimbangan tubuh saat meluncur.

"Bila sudah hobi, betapa pun besar risiko bermain aggressive inline skate, tak mampu menggantikan taraf kepuasan yang dirasakan saat berhasil menundukkan trik," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved