Korban Trafficking

LBH Peka Desak Pemkab Serius

Namun demikian, Rosita berujar harus ditelusuri dari awal kronologis kejadiannya, motifnya seperti apa.

Tayang:
Penulis: Jamadin | Editor: Jamadin
zoom-inlihat foto LBH Peka Desak Pemkab Serius
ISTIMEWA
Ferdianus Panji (kiri) didampingi ibunya Sarinah (kanan) dan Ketua YNDN Pontianak, Devi Tiomana (berdiri) saat berada di RPSA Kementerian Sosial, Jakarta, belum lama ini.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktur Lembaga Bantuan Hukum Perempuan dan Keluarga (LBH Peka) Propinsi Kalimantan Barat Rosita Nengsih, berharap, hilangnya 10 Anak dari Kecamatan Toho, Kabupaten Pontianak di Jakarta harus disikapi serius.

Dalam penanganannya, tidak hanya peran aktif kepada pemerintah daerah, melainkan aparat setempat untuk menyelusuri keberadaan anak tersebut di Jakarta.

Namun demikian, Rosita berujar harus ditelusuri dari awal kronologis kejadiannya, motifnya seperti apa. Karena, jika anak tersebut hendak disekolahkan ke Jakarta, dimungkinkan anak tersebut masih usia dibawah umur, SMP atau SMA.

"Semestinya orangtua harus waspada, apalagi ini dalam bentuk perekrutan. Semestinya, jika pelaku yang hendak membawa anaknya, namun tidak jelas identitas yang hendak membawa anaknya, harusnya orangtua curiga dan tidak mengijinkan anak itu ikut serta," Rosita, kepada Tribunpontianak.co.id,, Rabu (25/7).

Kendatipun kasus tersebut di Jakarta, namun korbannya adalah orang daerah, Kecamatan Toho, tidak hanya pemerintah  daerah, melainkan aparat setempat juga harus berperan dalam menangani kasus ini, menyelusuri kronologis awal sekaligus melakukan pencarian di Jakarta.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved