Dua Sektor Yang Berhasil Menguat
Menurutnya perdagangan akhir pekan (4/5) hanya dua sektor yang berhasil menguat dimana Pertambangan -22,78 (-0,89%), Pertanian -29,01 (-1,26%),
Branch Manager Universal Sekuritas Pontianak, Sutopo Widodo, mengatakan transaksi sebesar 20,4 miliar lot atau senilai Rp 7,12 triliun, asing berhasil membukukan net buy sebesar Rp 511,4 miliar. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 ditutup turun 1,56 poin (-0,22%) ke level 716,22.
Menurutnya perdagangan akhir pekan (4/5) hanya dua sektor yang berhasil menguat dimana Pertambangan -22,78 (-0,89%), Pertanian -29,01 (-1,26%), Aneka Industri -19,64 (-1,46%), Konsumsi 7,04 (0,49%), Infrastruktur -3,07 (-0,38%), Perdagangan -4,51 (-0,61%), Keuangan -0,57 poin (-0,11%), Industri Dasar 0,97 (0,22%) dan Properti -3,79 (-1,19%).
"Perdagangan hari ini bursa saham Indonesia mendapat tekanan aksi jual yang cukup deras di perdagangan akhir pekan. Setelah kemarin sempat menembus rekor tertingginya sepanjang masa, IHSG kembali terkoreksi," ujarnya.
Selain itu tekanan negatif dari pelemahan bursa global, disebabkan karena data sektor jasa Amerika Serikat yang menurun. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.205 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.192 per dolar AS.
Bullishnya pergerakan nilai tukar dollar terhadap mata uang mayoritas pasca keluarnya pengumuman penurunan data klaim pengangguran AS selama pekan lalu, memberikan imbas negatif bagi perdagangan emas.
"Emas melemah sebesar 1% menjadi 1.626 dollar per troy ons. Support terdekat ada di Level 1.612, jika berhasil bertahan diatas level itu maka harga emas akan kembali balik naik keatas dan apabila break low area 1.612 maka akan turun menuju ke level 1.580," pungkasnya.