Sport Blitz
Sugesti Agresif Inline Skate
Sejak enam bulan lalu David menggemari olahraga agresif inline skate yang tergolong olahraga ekstrem
Sejak enam bulan lalu David menggemari olahraga agresif inline skate yang tergolong olahraga ekstrem. Selama bermain dengan sepatu rodanya, muka David pernah mencium lantai lantaran gagal menaklukkan trik. Selain itu, tangan terkilir dan luka-luka ringan sudah terbiasa David alami saat berlatih dan belajar trik.
Sepatu roda bermerk USD tipe realms yang dibelinya seharga Rp 2,8 juta menemaninya berlatih trik. Diakui David untuk olahraga ekstrem ini Indonesia belum memproduksi produk sepatu roda. Jadi, barang-barangnya masih impor. David menyukai olahraga ekstrem bukan tanpa alasan. Selain olahraga ini memacu adrenalin dan membutuhkan nyali yang tinggi, David ingin menjadikan aktivitas olahraga agresif inline skate sebagai penyalur yang positif.
"Anak-anak muda saat ini kan cenderung menghabiskan waktu senggangnya dengan aktivitas yang sia-sia. Jadi, sekalipun ekstrem olahraga ini dapat menjadi pelipur lara saat senggang dan dapat menjadi media berlatih untuk menaklukkan rasa takut diri sendiri," ujarnya.
Reza, rekan David memiliki pengalaman pahit saat bermain dengan sepatu roda ini. Saat itu Reza melakukan ngegrind (meluncur diatas rel) yang kemudian gagal dan menghantam kayu. Tak sampai di situ, saat melakukan trik grind, punggung Reza menghantam rel dan mengakibatkan rel bengkok. (ful/Tribun Pontianak cetak)