Sport Blitz

Matt Mo Pecinta Skateboard Pontianak

Jatuh kemudian terluka sudah menjadi hal yang biasa dalam olahraga skateboard. Itu jualah yang dialami Matt Mo beberapa waktu lalu

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menahlukan rasa takut diri sendiri, memacu kencang adrenalin serta mengelak risiko terburuk yang dapat menyebabkan kecelakaan fisik merupakan sederet konsekuensi logis yang melekat pada olahraga ekstrem termasuk skateboard. Tanpa intensitas latihan yang baik dan disiplin, mustahil tantangan bisa ditaklukkan.

Matt Mo, satu di antara penikmat skateboard mengaku sejak kecil menyukai tantangan dan begitu terpesona dengan olahraga yang satu ini. Skateboard begitu memacu adrenalin Matt Mo terutama saat menaklukkan tiap trik.  Begitu pula medan sarat tantangan, Matt Mo dituntut fokus mengalahkan rasa takut yang menerpa.

"Sekalipun tergolong olahraga ektrem, tapi faktanya saya tidak bisa meninggalkan skateboard. Sudah dua kali saya goyah dan ingin meninggalkan skateboard, namun tidak berhasil. Saya mencintai skateboard," katanya kepada Tribun.

Jatuh kemudian terluka sudah menjadi hal yang biasa dalam olahraga skateboard. Itu jualah yang dialami Matt Mo beberapa waktu lalu ketika pergelangan kakinya keseleo. Cedera kali ini tergolong parah karena terjadi pembengkakan. Itu semu bisa dilewati denga modal cinta.

Kecintaan Matt Mo pada olahraga skateboard amat dalam. Dia rela menjual sepeda motor Vixion miliknya untuk dana tambahan membuat skatepark di belakang rumahnya di Jl Panglima Aim. Itu merupakan tambahan dari pendapatan atas prestasi yang dicapai Matt Mo dalam kompetisi skateboard.

Kali pertama hendak berhenti dari skateboard, bermula dari keadaan ekonomi yang tidak stabil, Matt Mo menjual papan luncurnya. Namun, saat sore menjelang, sebuah saat dimana biasanya dia bermain dengan papan luncurnya, Matt Mo merasa tidak mempunyai tujuan hidup. Rutinitas keseharianya hambar tanpa papan luncur. Akhirnya dia membeli papan luncur dan kembali beraksi.

Niat berhenti kembali menerpa karena dia nyaris putus asa lantaran tak sanggup menaklukan trik nose manual flip out, sebuah trik saat melompati sebuah box dalam posisi bertumpu pada roda depan dan turun dari box dengan memutar papan luncur. Untuk dapat melakukan trik itu, Matt Mo membutuhkan waktu tiga tahun.

"Trik itu terbilang sulit dan di Indonesia hanya beberapa skater yang sanggup melakukannya. Namun, lantaran cinta dengan skateboard, saya terus berlatih dan belajar trik itu sekitar tiga tahun dan alhamdulillah saya bisa melakukannya," ungkapnya.

Perjalanan Matt Mo menggandrungi skateboard, diceritakannya tidak serta merta berjalan mulus. Dari pihak keluarganya sendiri, setelah tahu anaknya menggemari skateboard, Matt Mo dibiarkan atau tidk dipedulikan, selanjutnya diejek, kemudian disindir dan akhirnya Matt Mo memperoleh dukungan keluarga setelah dia menunjukkan prestasi gemilang yang diraihnya dalam tiap kompetisi skateboard.

Terdapat tingkatan trik dalam skateboard sebelum akhirnya skater menjadi handal berseluncur di atas papan luncur dengan aneka ragam trik. Kali pertama, skater dilatih trik tik-tak, sebuah trik menggoyangkan papan luncur ke depan dan ke belakang untuk mengontrol papan. Selanjutnya, skater berlatih trik ollie yaitu trik melompat saat berseluncur. "Dua trik itu terbilang trik dasar yang harus dikuasai skater pemula," ujarnya.

Setelah melewati trik-trik dasar, skater beralih berlatih menaklukan trik yang memiliki kerumitan yang lebih seperti trik trail, fifty-fifty dan nose slide. Matt Mo mengatakan, trik dalam olahraga skateboard lumayan banyak. Dan tiap trik mempunyai tingkat kesulitan masing-masing.

Matt Mo mengimbau kepada skater pemula agar tidak menyerah untuk berlatih, belajar hingga dapat menyelesaikan trik demi trik. Skateboard tergolong olahraga yang tidak mudah, makanya peminatnya tidak terlalu banyak.  Matt Mo juga berharap kepada pemerintah Kota Pontianak agar menyediakan para skater fasilitas bermain skateboard atau skate park agar skater leluasa bermain dan berlatih. (ful/Tribun Pontianak cetak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved