A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Barang Antik beri Kepuasan - Tribun Pontianak
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Pontianak

Barang Antik beri Kepuasan

Kamis, 26 April 2012 07:58 WIB
Barang Antik beri Kepuasan
Ken Arnoly
Ozzi, pemilik Art Shop, bersama barang-barang antik di toko miliknya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Roni  (60), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) semenjak tahun 1970-an hingga sekarang hobi mengoleksi barang-barang antik. Baginya, berburu barang antik memberikan kepuasan tersendiri, bukan hanya dari segi nilai materi.

 "Kalau memang sudah suka, biar ada duitnya tapi belum bisa mendapatkannya, hati belum puas," katanya ketika ditemui Senin (23/4/2012).

Lelaki kelahiran Ngabang Kabupaten Landak ini, memiliki beberapa koleksi berupa mandau Dayak, senapan lantak tradisional, pistol VOC yang didapatnya dari pedalaman Sanggau. Sedangkan sumpit diperoleh di Banyuke pada tahun 1983. Koleksinya yang lain adalah lampu gantung, tombak dan sumpit, serta kapak beliung khas Kalimantan.

Roni mengatakan, satu mandau dia dapatkan ketika bertugas di daerah Mukok Kabupaten Sanggau sekitar tahun 1980-an. Mandau tersebut sudah diidam-idamkannya selama masa perburuan setahun lebih. Pada akhirnya, karena masa tugas Roni habis, ternyata mandau yang diincarnya itu berhasil didapat secara gratis.

"Saya pun sempat terkejut, saat saya sudah mau habis masa dinas di Mukok, tiba-tiba datang orang yang punya mandau yang pernah saya tawar. Orang itu datang dan bilang, Nak, mungkin mandau sepasang ini memang jodoh mu. Jadi anggap saja ini kenang-kenangan dari saya," ujarnya

Namun Roni menambahkan, kini mandau tersebut telah di bayar oleh seorang PNS dari Jakarta. "Saya pun bingung orang Jakarta itu tau dari mana saya punya mandau. Pernah saya ajak ke pasar untuk membeli mandau, tetapi dia malah menolaknya, dan bilang, saya tidak akan kembali ke Jakarta kalau tidak dengan Mandau itu," tuturnya.

Sedangkan koleksi pistol VOC, Roni mengatakan mendapatkannya di Pontianak pada tahun 1980-an. "Dulu bahkan ada tiga buah, tetapi sekarang tinggal sepasang. Hilang di rumah saat saya lagi opname di Antonius," tuturnya.

Di masa 80-an, nilai koleksi barang antik yang sudah dimiliki Roni mencapai sekitar Rp 2 juta. "Ya itu nilai segitu tahun 80-an sudah lumayan, untuk lampu gantung nya saja pada tahun 1987 itu saya beli dengan harga Rp 800 ribu. Apa lagi kalau dihitung nilai rupiah dan kurs sekarang," katanya.

Nilai nominal barang antik memang sulit diukur. Ozzi (26), pemilik Borneo Art Shop Jl Nusa Indah I Blok B 24-25 Pontianak, mengatakan barang antik ini relatif, tidak semua barang bisa dihargai dengan standar harga tinggi. Tergantung nilai seni barang itu sendiri.
Editor: Jamadin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas