Style Blitz

Lebih Sehat Jadi Vegetarian

Saat ini Limas dan keluarga bisa merasa lebih sehat dibanding sebelumnya

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bagi sebagian orang tak mengkonsumsi daging hewan seperti sapi dan ayam sangat menyiksa. Tapi, tidak berlaku bagi mereka yang sudah menetapkan diri sebagai vegetarian.  Limas Djoni, pengusaha yang bergerak di bidang biro jasa beralih menjadi vegetarian sejak 1996 silam. Awalnya dia penggemar berat daging. Bahkan, setiap harinya ia pasti mengkonsumsi seporsi daging.

"Kalau saya tetap mempertahankan pola makan saya yang dulu, mungkin saya sudah meninggal atau stroke karena pola makan saya. Vegetarian jangan karena ajaran agama, apabila kesadaran untuk vegetarian datang dengan sendirinya maka tak akan ada niat lagi untuk mencicipi daging," ujar Limas kepada Tribun di rumah makan Liang xin , Jl Ketapang Pontianak, Sabtu (3/3).

Perubahan kebiasaan itu juga ia jangkitkan kepada istri dan anaknya. Akan tetapi anak-anaknya baru mengkonsumsi makanan vegetarian pada 2000. Saat ini Limas dan keluarga bisa merasa lebih sehat dibanding sebelumnya. "Dulu, terutama anak-anak setiap bulan pasti langganan ke dokter. Setelah vegetarian sudah jarang ke dokter. Bukan berarti vegetarian tidak bisa sakit, karena sakit bisa disebabkan oleh banyak faktor," katanya.

Dikatakannya, saat beralih menjadi vegetarian ia begitu sulit menemukan rumah makan vegetarian. Tak jarang ia hanya mengkonsumsi roti. Saat ini dia merasa lega lantaran sudah banyak restoran vegeratian di Pontianak.

Apakah malah menjadi vegetarian? Tidak, jawabnya. Ia biasa memasak sendiri makan vegetarian. Jika sedang malas, barulah ia ke rumah makan. Dari segi biaya, katanya, makanan vegetarian jauh lebih murah dibanding makanan hewani. Kecuali makanan vegetarian yang sifatnya import, maka harga akan lebih mahal.

"Ketika tak ada warung vegetarian di suatu tempat, saya rela makan semangkuk mi. Ini sudah seringkali saya lakukan, karena tak mendapatkan makanan vegetarian. Bagi saya vegetarian tidaklah memberatkan," katanya.

Menjadi vegetarian juga dilakoni Ketua Walubi Kalbar Edi Tansuri. Setidaknya ia sudah 26 tahun menjadi vegetarian. Ia ingat betul menjadi seorang vegetarian sejak berusia 16 tahun.

"Vegetarian itu sehat, jadi vegetarian tidak identik dengan agama manapun. Karena saya sudah membuktikannya selama 26 tahun. Dengan vegetarian kita jarang sakit, badan sehat dan tidak perlu ketemu dokter terus," ujar Edi Tansuri.

Dikatakannya, vegetarian merupakan pola hidup sehat. Menurutnya, biaya yang dikeluarkan untuk ke dokter jauh lebih menurun setelah menjadi vegetarian. "Bagi kami melihat daging saja rasanya sudah tawar dan bahkan anak saya yang baru berusia 2 tahun menolak bila diberikan makanan yang ada dagingnya. Kami sekeluarga vegetarian baik istri, anak, orangtua dan mertua," ungkapnya. (acu/Tribun Pontianak cetak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved