Style Blitz
Retno Asyik Gunakan Jazz
Saya pilih Honda Jazz karena kesannya yang elegan dan juga rileks saat dikendarai
Penulis: admin |
Kepala Keuangan di Rumah Sakit Bersalin Anugerah Bunda Khatulistiwa (ABK) ini memilih mobil Honda Jazz tipe S untuk digunakannya dalam aktivitas sehari-hari.
Retno yang baru saja memperoleh mobilnya pada Selasa (21/2/2012) ini membelinya dari showroom Honda Mobil Jl A Yani Pontianak.
Sebelum memutuskan memilih Honda Jazz Retno mengatakan dirinya sudah melakukan beberapa survei ke showroom-showroom lain di Pontianak. "Saya pilih Honda Jazz karena kesannya yang elegan dan juga rileks saat dikendarai," ujarnya yang memilih warna silver.
Retno mengatakan nantinya mobil barunya itu akan digunakan untuk aktivitasnya sehari-hari. Honda Jazz menurut Retno memiliki kelebihan dari segi kenyamanan saat dikendarai. Sebagai wanita Retno tidak menyukai mobil yang rumit.
"Honda Jazz ini nyetirnya enak, tidak ribet, wanita pun mudah mengoperasikannya," lanjutnya.
Selanjutnya Retno mengatakan perkembangan mobil di Kota Pontianak ini sangat pesat. Berbagai merk dan varian baru bermunculan dalam waktu yang relatif singkat. Untuk itu Retno mengatakan kita harus pintar-pintar memilih. Retno mengatakan bahwa merk Honda sudah dikenal kualitasnya sehingga jika akan dijual masih memiliki harga jual yang tinggi.
"Kalau merk Honda kan sudah terkenal, jadi misalnya nanti ingin di jual kembali tidak terlalu sulit," ujar Retno.
Senada dengan Retno, rekan sekantornya Shabrina Aniiq mengaku sudah menggunakan mobil Honda Jazz sejak dua tahun lalu. Wanita berkacamata ini mengatakan dirinya tidak mengalami kesulitan ketika berkendara. "Biasanya wanita kan mengalami kesulitan saat memarkir mobil, kalau pakai Jazz ini parkirnya jadi mudah," ceritanya.
Retno menambahkan sebenarnya dia hendak membeli Honda Jazz tipe RS, tapi berhubung stok saat ini sedang kosong maka dia membeli Jazz tipe S.
"Awalnya ingin beli yang tipe RS, tapi berhubung stok kosong, jadi pilih yang tipe S, inipun katanya tinggal satu unit saja," pungkasnya. (Tan Normansyah/Tribun Pontianak cetak)