Tribun Pontianak
Tips Langgeng Pacaran Jarak Jauh
Minggu, 29 Januari 2012 12:51 WIB
Share |
Selamat pagi. Saya mempunyai masalah dalam hal cinta. Saya sudah pacaran dengan mantan saya 1 tahun 9 bulan dan sekarang kami sudah putus gara-gara keegoisan saya sendiri.

Tapi saya juga tak bisa dikatakan bersalah. Ssebagai pacarnya, saya juga berhak donk minta ketemu 1 hari saja. Tapi dia bilang tak bisa. Dia bisanya setengah hari, dan harus pulang ke Pontianak lagi.

Lalu saya bilang, lebih baik tak usah saja, tapi dia malah marah dan nuduh, kalo saya mau ketemu dengan cowok lain. Kami memang long distance. Dia di Pontianak, saya di Singkawang.

Saya ingin bisa ngelupain dia, tapi ga bisa. Saya udah terlanjur sayang, tapi dia sudah terlanjur benci sama saya. Kami putus sudah hampir sebulan. Saya juga belum bisa nerima orang lain dalam hidup saya. Mohon sarannya ya.
Vina (16), Singkawang
089693545***

Solusi:
Lanjutkan Silaturahmi Pertemanan

Salam Vina, memang dalam menjalin hubungan jarak jauh, lebih banyak persiapan mental yang diperlukan, antara lain kesiapan untuk sedikitnya waktu bertemu langsung dan masalah kepercayaan.

Sebenarnya masalah ini dapat diatasi, apabila kedua belah pihak saling memahami kondisi dan saling percaya. Bila dilihat dari masalah Anda, kedua belah pihak tidak saling memahami, bahkan tidak saling percaya.

Bila Vina ingin memperbaiki hubungan itu adalah sah-sah saja, dan memang sebaiknya hubungan silaturahmi tetap harus dilanjutkan. Jadi sebaiknya lanjutkanlah hubungan Vina dan pasangan sebagai teman, biarkan emosi/amarah yang ada saat ini dapat mereda.

Dalam berhubungan sebagai teman, mudah-mudahan Vina dapat menunjukkan bahwa sampai saat ini Vina tidak mempunyai pria lain, seperti yang dituduhkannya. Tunjukkan pula bahwa Vina telah memperbaiki diri dengan dapat lebih memahami dirinya.

Selain itu, yang terpenting jangan pula Vina memaksakan keinginan Vina untuk terus melanjutkan hubungan sebagai kekasih, karena itu akan mempengaruhi cara pandangnya terhadap diri Vina.

Selain berteman dengannya, Vina harus bersedia untuk membuka diri, perbanyak kegiatan yang positif, dan mudah-mudahan akan bertemu seseorang yang dapat menerima Vina apa adanya.

Editor : Marlen Sitinjak