Kiat Sukses Ala Pejabat Indosat
Mengeluh bukan menjadi opsi yang dipilihnya ketika menghadapi suatu masalah.
"Apapun yang ada dalam pikiran kita, akan berdampak pada hasil yang kita capai," jelas Iin, panggilan akrabnya kepada Tribun, beberapa waktu lalu.
Menurut perempuan kelahiran 4 Mei 1978 ini, segala sesuatu berawal dari pikiran. Pikiran diakuinya memiliki peranan yang besar dalam segala hal. "Karena itu, kita harus selalu memiliki pikiran yang positif, agar hasil yang kita peroleh juga positif," katanya.
"Namun, bagi saya, kejujuran merupakan modal utama. Kita bisa pintar, tapi tanpa kejujuran, akan sia-sia. Kepandaian akan bermakna bila dilandasi kejujuran," tambahnya.
Istri dari Samsu Rizal ini mengakui, prinsip jujur menjadi satu ajaran yang ditanamkan oleh kedua orangtuanya sejak kecil. "Percaya deh, kalau kita jujur, ditambah dengan kepandaian dan kerja keras yang kita miliki, perusahaan tidak akan diam kok," ungkapnya.
Mengeluh bukan menjadi opsi yang dipilihnya ketika menghadapi suatu masalah. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura ini mengatakan, terlalu banyak mengeluh dan menuntut, tidak akan merubah apapun.
"Daripada mengeluh, lebih baik melakukan sesuatu yang positif, sehingga berdampak positif pada perusahaan. Tentu perusahaan akan melihat hal ini. Perusahaan akan selalu memberikan hal yang terbaik bagi karyawannya yang berprestasi," kata dia lagi.
Ketika ditanya mengenai perasaannya selama bekerja di satu di antara perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia, Iin mengungkapkan bila dirinya merasa terhormat bisa bergabung dengan PT Indosat Tbk. Merasa cocok sejak pertama kali bergabung dalam perusahaan ini pada 2002 lalu, dirinya tidak pernah tertarik untuk bergabung dengan perusahaan lain.
Pemilik rambut panjang ini menceritakan, ia merasa sangat terkesan ketika ditugaskan sebagai kepala representatif di Singkawang pada 2007 lalu. Pada waktu itu, banyak pemilik outlet yang tidak mengetahui bila dirinya merupakan kepala representatif yang bertanggungjawab terhadap penjualan di tiga kota, yakni Sambas, Bengkayang dan Singkawang.
"Pemilik outlet banyak yang lebih mengenal saya sebagai SPG (Sales Promotion Girl). Tapi itu bukan masalah, karena bagi saya itu merupakan strategi kita untuk merapatkan diri dengan para pemilik outlet," katanya sambil tersenyum.
Waktu itu, selain melakukan pengecekan pasar, dirinya bersama tim harus membuat iven, melakukan analisa pasar dan melakukan interaksi dengan pemilik outlet maupun pengguna kartu Indosat.
Ke depan Iin berencana meneruskan studinya di bidang ekonomi, khususnya manajemen. "Ini terkait dengan pekerjaan saya sekarang," ungkapnya.