Emban Misi Kemanusiaan Perdhaki
Kendati nyaris tak punya waktu santai, dr Aini tetap bisa berkiprah dalam kegiatan sosial Perdhaki Keuskupan Agung Pontianak
Selain buka praktek di kliniknya, Aini dipercaya RS Santo Antonius Pontianak sebagai Kepala Seksi Gizi. Menurut Aini, Perdhaki merupakan organisasi Katolik yang memiliki misi sosial, dan terdiri berbagai unit pelayanan, khususnya medis.
"Perdhaki ini bertujuan membantu mereka yang ingin berkembang, khususnya mereka yang terjun di dunia medis," tutur dr Aini di Klinik Mulia, Jumat (20/1/2012) lalu.
"Dalam organisasi ini, kami banyak melakukan diskusi, sharing berbagi pengalaman untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi. Permasalahan yang ada, biasanya terkait perizinan," katanya.
Ibu empat anak ini beranggapan, dengan berkiprah di organisasi, mendapat banyak manfaat dalam berbagai hal. Khususnya, berkaitan dunia medis.
"Kalau kita sebagai dokter praktek, jelas baik ikut bergabung. Soalnya dalam diskusi kita bahas banyak hal. Mulai perkembangan peraturan undang-undang hingga perizinan. Dokter yang buka praktek harus punya izin, lho. Dan, untuk mendapat lisensi, tak mudah karena ada prosedur yang harus dijalani," ujar istri Lukita Hadi ini.
Besarnya pengaruh Perdhaki dalam dunia medis di Indonesia membuat World Health Organization (WHO) menggandeng organisasi ini untuk menyalurkan bantuan. Tepatnya, saat malaria mewabah di Kalimantan Barat dua tahun lalu. (tribun pontianak edisi cetak)