Kalbar Himpun Data Tapal Batas
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, diakui Cornelis, sudah menegaskan bahwa tidak mau sembrono dalam penentuan tapal batas tersebut.
"Masyarakat, atau semua elemen yang mempunyai data-data tentang perbatasan, kalau ada dapat disampaikan," kata Cornelis di Pontianak, Kamis (26/1/2012).
Ia menambahkan, dalam perundingan tentang tapal batas dengan Malaysia di Kalbar, dibutuhkan bukti-bukti baru mengingat Indonesia pernah dijajah ratusan tahun oleh Belanda sehingga data yang ada sudah cukup lama.
Menurut dia, yang dapat dijadikan pedoman misalnya peta yang dimiliki Kerajaan Sambas, yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia Timur. "Itu yang harus dicari," kata dia menegaskan.
Selain itu, lanjut dia, data juga dapat dihimpun dengan mencari patok-patok batas wilayah yang sudah dibangun Belanda di masa lalu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, diakui Cornelis, sudah menegaskan bahwa tidak mau sembrono dalam penentuan tapal batas tersebut.
"Presiden sudah mengatakan, bahwa sangat ekstra hati-hati dalam perundingan tapal batas. Karena kalau salah langkah, risikonya tinggi," kata Cornelis.
Ia melanjutkan, bukan dilihat dari banyak atau tidak wilayah yang bergeser, tetapi lebih karena martabat antarnegara. "Karena itu, harus ekstra hati-hati dalam hal tersebut. Sehingga perlu dikumpulkan data-data yang akurasinya dapat dipertanggungjawabkan," ujar Cornelis.