DPD Prihatin Perempuan Terlibat Korupsi
Di sisi lain perempuan juga harus menjadi "pioneer" atau pelopor di luar untuk aksi-aksi menolak kejahatan.
"Perempuan atau para ibu sebenarnya diharapkan menjadi agen perubahan yang melahirkan generasi muda yang baik. Jika kini dia (perempuan) sebagai pelaku korupsi maka menimbulkan kesan yang buruk terhadap sosok perempuan itu," kata Hairiah dalam diskusi memperingati Hari Ibu ke-84 dengan jurnalis perempuan di Pontianak, Rabu (21/12/2011).
Ia mengatakan, meskipun setiap orang yang membahas kasus kejahatan harus berpraduga tidak bersalah, namun sebagai perempuan sekaligus seorang ibu ia mengaku prihatin dengan banyaknya kasus korupsi di Tanah Air yang kini para tersangka dan terdakwanya seorang ibu.
Karena menurut dia sebagai agen perubahan, seorang perempuan hendaknya dapat memberikan pencitraan yang baik pada anak-anaknya. Perempuan sebagai pembentuk karakter anak, sebagai tembok untuk mencegah korupsi.
Di sisi lain perempuan juga harus menjadi "pioneer" atau pelopor di luar untuk aksi-aksi menolak kejahatan. "Jika perempuan menjadi pelaku korupsi misalnya terhadap dana kesehatan. Yang merasakan dana hasil korupsi hanya orang tertentu sementara yang mengakses kesehatan itu kebanyakan anak-anak dan perempuan maka akan sedikit memperolehnya. Jadi itu pesan moralnya," katanya.