Sampai Esok Laut Kalbar Bahaya

Rata-rata gelombang di perairan Kalbar mencapai 3-4 meter. Selasa (6/12/2011) lusa, diprediksi terjadi penurunan gelombang

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Erika Mardiyanti SKom menyatakan gelombang di Kepulauan Natuna dan Laut China Selatan 3-5 Desember sangat tinggi. Tinggi gelombang maksimum mencapai enam meter.

Sedangkan rata-rata gelombang di perairan Kalbar mencapai 3-4 meter. Selasa (6/12/2011) lusa, diprediksi terjadi penurunan tinggi gelombang, terutama untuk wilayah Selatan Kalbar. Seperti Karimata, gelombang maksimum mencapai 2,5 meter.

"Kendati terjadi penurunan, tinggi gelombang tetap masih kategori tinggi, terutama di bagian utara Kalbar. Intinya, selama Desember gelombang tinggi karena pengaruh angin muson Barat. Jadi tetap harus hati-hati," kata Erika di Pontianak, Sabtu (3/12).

Erika memeringatkan masyarakat agar waspada, terutama di jalur perairan (laut). Nelayan yang menggunakan kapal kecil berisiko. Sedangkan untuk kapal pelayaran (kapal besar), juga bisa sedikit terganggu gelombang, namun masih bisa dilakukan pelayaran.

"Untuk kapal kecil seperti kapal nelayan beberapa hari ke depan kami sarankan tidak berlayar, terlalu berbahaya dengan tinggi gelombang sekarang," imbau Erika.

Tinggi gelombang mulai naik, Jumat (2/12) lalu. Puncaknya 3-5 Desember 2011. Tinggi gelombang akan berimbas di perairan Pontianak, termasuk Ketapang. Apakah gelombang kembali meninggi pasca penurunan 6 Desember, Erika tak menjamin.

Ia justru mengimbau masyarakat hati-hati, karena umumnya selama Desember, gelombang tinggi. Terkait siklus hujan ekstrem lima tahunan yang diperingatkan BMKG pusat dan Menko Kesra Agung Laksono, Erika belum mengetahui pasti, apakah hujan ekstrem itu juga melanda Kalbar atau tidak.

Namun, ia menyatakan, apabila siklus hujan ekstrem lima tahunan terjadi, Kalbar tak akan bisa menghindari juga. Alasannya, Kalbar merupakan wilayah equator, terutama di wilayah utara dan selatan.

"Siklus hujan ekstrem lima tahunan biasanya curah hujan mengalami perubahan signifikan dari biasanya. Namun, yang dikhawatirkan hujan terjadi drastis, singkat dan berbahaya. Biasanya jika hal ini terjadi diikuti gelombang tinggi. Kami masih mempelajari potensi hujan mendadak ini," tutur Erika. (tribun pontianak edisi cetak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved