Lelang Pembangunan Jembatan Tayan Diulang

Estimasi awal jembatan sepanjang 1,3 kilometer itu membutuhkan biaya sekitar Rp 500 miliar.

PONTIANAK, TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Kalbar mengulang lelang pembangunan Jembatan Tayan di Kabupaten Sanggau, karena harga penawaran yang diajukan peserta lebih tinggi dibanding pagu anggaran yang dialokasikan.

"Karena lebih tinggi dari asumsi pemerintah, terpaksa diulang kembali," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalbar, Jakius Sinyor, Jumat (17/6).

Ia berharap, pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut tetap sesuai rencana yakni dimulai tahun ini. "Penancapan tiang pertama, tetap tahun ini sesuai jadwal," kata Jakius Sinyor.

Ia melanjutkan, proses lelang ulang tersebut kini tengah berlangsung di pemerintah pusat. "Bukan kewenangan daerah, kalau daerah tugasnya hanya membebaskan lahan dan itu sudah dilakukan," kata dia.

Estimasi awal jembatan sepanjang 1,3 kilometer itu membutuhkan biaya sekitar Rp 500 miliar. Sekitar Rp 50 miliar di antaranya untuk jalan penghubung dan sisanya konstruksi jembatan. Menurut dia, jembatan tersebut akan menjadi bagian dari Jalan Trans Kalimantan poros selatan.

Pendanaan pembangunan jembatan itu berasal dari kredit negara China. Jembatan Tayan juga untuk mendukung rencana PT Aneka Tambang melakukan eksploitasi bauksit di kawasan itu. Jembatan Tayan terbentang menjadi dua bagian. Bagian pertama sepanjang 1.140 meter, dan kedua 280 meter.

Jika proyek tersebut selesai, jembatan itu menjadi yang terpanjang di Kalimantan dan nomor dua di Indonesia setelah Suramadu di Jawa Timur. Jakius mengatakan, jalan Trans Kalimantan di ruas Pontianak-Tayan akan tuntas diaspal pada tahun ini.

Editor: admin
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved