TOPIK
Ujian Nasional
-
Pengusaha warnet harus mematuhi Jam buka warnet dimulai dari jam 07.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB yang kemudian dibuka kembali dari jam 20.00.
-
Menurutnya pengamanan pendistribusian soal UN sudah dilaksanakan secara maksimal, karena pengamanan melibatkan aparat kepolisian.
-
Orang nomor satu di Kalbar ini pun menyampaikan, selain masalah peralatan komputer. Menjadi kendala juga adalah jaringan internet.
-
Pembatasan jam operasional ini berlaku selama siswa SMA/SMK, SMP, SD melangsungkan Ujian UAS dan UN.
-
Sebelumnya, kondisi banjir beberapa hari belakangan, sempat membuat pihak sekolah menunggu kepastian apakah dievakuasi atau tidak.
-
Curah hujan tinggi di hari Jumat (1/4) malam membuat beberapa sisi sekolah tergenang.
-
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Mulyadi membenarkan jika ada satu peserta UN yang harus mengerjakan naskah soal di dalam sel tahanan.
-
Bupati Sekadau Rupinus ikut meninjau langsung ke beberapa sekolah yang ada di kota Sekadau.
-
Awalnya kedua pasangan Kepala Daerah ini, berbarengan kunjungi SMAN 2 Sintang dan SMKN 1 Sintang. Namun, guna efektifitas waktu, keduanya berpencar.
-
Jumlah genset yang dimiliki rayon PLN Sambas terbatas, sehingg tidak semua sekolah di wilayah rayon sambas akan dipinjam genset.
-
"Saya pikir pelaksanaan UNBK seperti ini lebih efektif dan praktis. Penyelenggara tidak lagi dipusingkan dengan mengurus logistik UN."
-
Ia meminta kepada pihak penyelenggara untuk proaktif melaporkan setiap gangguan dan kendala teknis yang dialami.
-
SMS pengaduan ini sebagai salah satu upaya untuk mendorong masyarakat Kalimantan Barat meningkatkan kepedulian.
-
Sejumlah siswa yang ia tanyai juga mengaku tidak kesulitan.
-
Siswa mengerjakan soal UN mata pelajaran Bahasa Indonesia, di SMA Negeri 1 Pontianak, Jl Kalimantan, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (4/4/2016).
-
Sebanyak 5.167 siswa melaksanakan ujian.
-
Dia mengaku, dirinya agak bingung untuk menjawab karena soalnya terlalu panjang, membuat lelah dan memakan waktu untuk menjawab soalnya.
-
Ia menyatakan ujian dengan menggunakan sistem komputer jauh lebih mudah dibandingkan ujian dengan metode mengolom.
-
Seperti diketahui, SMKN 1 Ngabang sendiri sudah melaksanakan ujian dengan berbasis komputer.
-
Menurut dia, hal tersebut disebabkan terbatasnya fasilitas yang dimiliki sekolah.
-
Bupati juga didampingi Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, Kadisdikpora Sanggau, Wilibrodus Welly.
-
Karena, di Sekadau ada satu sekolah yang pelaksanaan UN nya menggunakan sistem UNBK yakni SMK Amaliyah.
-
Sementara bangunan walet, berdiri pada 2015 dan beroperasi sejak Januari 2016 lalu.
-
Jumlah siswa yang melaksanakan ujian terdiri dari 262 siswa SMKN 3, 14 siswa SMK Etika, 12 siswa SMK Budi Utomo.
-
Dalam pelaksanaanya SMKN 1 terpaksa menggunakan genset karena pasokan listrik dari PLN yang belum maksimal.
-
Kepala SMKN 1 Sambas, Mulyadi mengatakan sebanyak 193 siswa melaksanakan UNBK. Terknisnya pelaksanaan UNBK akan dilakukan sebanyak tiga sesi.
-
Sedangkan pada jam kedua akan diujikan mata pelajaran kimia untuk IPA dan geografi untuk IPS.
-
Diakui Thomas, dengan jumlah 21 ruangan yang tersedia tidak semua yang bisa tertampung oleh pihaknya.
-
soal pada peserta UN yang satu dan lainnya berbeda-beda sehingga tidak memungkinkan adanya kecurangan atau siswa yang mencontek.
-
Doa bersama dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dipimpin langsung Kepala SMKN 1 Sambas Mulyadi.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved