Sosial Media
Viral Followers Instagram Hilang Massal, Meta Sebut Bukan Error atau Bug
Fenomena yang dijuluki warganet sebagai “The Great Purge of 2026” itu ramai dibicarakan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Ringkasan Berita:
- Instagram tengah melakukan pembersihan besar-besaran terhadap akun bot, palsu, tidak aktif dalam fenomena yang dijuluki “The Great Purge of 2026”.
- Akibatnya, banyak pengguna termasuk selebritas dunia seperti Cristiano Ronaldo, Selena Gomez, hingga artis Indonesia seperti Raffi Ahmad, Luna Maya kehilangan jutaan followers dalam waktu singkat.
- Meta menjelaskan bahwa penurunan followers bukan karena bug atau error sistem, melainkan bagian proses rutin membersihkan akun non-organik di Instagram.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pengguna Instagram di berbagai belahan dunia dibuat panik setelah mendapati jumlah pengikut (followers) mereka berkurang secara drastis dalam waktu singkat.
Fenomena yang dijuluki warganet sebagai “The Great Purge of 2026” itu ramai dibicarakan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan laporan terbaru per Mei 2026, Instagram memang tengah melakukan proses pembersihan rutin (purge) terhadap akun-akun tidak aktif, akun bot, hingga akun palsu.
Sejumlah artis dunia seperti Cristiano Ronaldo, Selena Gomez, Kim Kardashian, Ariana Grande, Lionel Messi hingga Dwayne Johnson disebut kehilangan jutaan followers hanya dalam hitungan jam.
Di Indonesia, sejumlah influencer dan pengguna media sosial juga mulai mengeluhkan hal serupa melalui platform X dan Threads.
• Akun Instagram Nonaktif, Ahmad Dhani Kecam Dugaan Pembungkaman di Media Sosial
Jumlah followers yang hilang bervariasi, mulai dari puluhan hingga ribuan akun.
Awalnya banyak pengguna mengira Instagram sedang mengalami error atau gangguan algoritma. Namun ternyata, penurunan jumlah followers tersebut bukan disebabkan kesalahan sistem.
Sejumlah selebritas dunia maupun Tanah Air mendadak kehilangan ratusan ribu hingga jutaan followers dalam semalam.
Diantaranya seperta Raffi Ahmad dan Luna Maya juga ikut merasakannya.
"IG lagi bersih-bersih," tulis Luna di akun Thread-nya.
Luna mengaku kehilangan sekitar 800.000 followers di media sosialnya.
Sementara Raffi Ahmad, yang awalnya memiliki sekitar 77 juta followers, kini menyisakan 75,7 followers.
Di luar negeri, Cristiano Ronaldo kehilangan 6,6 juta followers. Sehingga kini menjadi 666 juta.
Kylie Jenner dilaporkan kehilangan lebih dari 14 juta pengikut hanya dalam hitungan jam.
Penyanyi Selena Gomez juga dikabarkan kehilangan sekitar 6 juta followers. Sedangkan Taylor Swift kehilangan 4,1 juta followersnya.
Grup Kpop seperti BTS dan BLACKPINK juga mengalami hal serupa. Mereka dilaporkan kehilangan sekitar 10 juta pengikut.
Tak hanya selebriti dunia dan influencer, akun milik pengguna biasa juga ikut terdampak.
Salah satu pengguna dengan akun @Nabiiluv mengaku jumlah followers miliknya tiba-tiba berkurang tanpa sebab yang jelas.
Pengguna lain dengan akun @ksjsboo juga mengeluhkan kehilangan sekitar 30 followers dalam waktu singkat.
Bahkan akun @Dadikwahyuutero menyebut jumlah followers miliknya turun hingga 300 akun, sementara jumlah akun yang diikuti juga berkurang sekitar 50 akun.
Pihak Meta Angkat Suara
Meskipun awalnya ada kekhawatiran mengenai potensi kesalahan internal, para petinggi Instagram di Meta kemudian mengungkapkan bahwa semua itu merupakan bagian dari pembersihan global yang bertujuan untuk memberantas akun bot yang menyumbat aplikasi.
"Sebagai bagian dari proses rutin kami untuk menghapus akun yang tidak aktif, beberapa akun Instagram mungkin telah melihat pembaruan pada jumlah pengikut mereka," kata seorang juru bicara.
"Pengikut aktif tetap tidak terpengaruh, dan setiap akun yang ditangguhkan yang telah dipulihkan akan ditambahkan kembali setelah verifikasi," kata mereka.
Tak hanya selebritas, kreator konten dan influencer media sosial juga dilaporkan kehilangan sebagian besar pengikut mereka.
Jutaan akun juga dilaporkan dihapus dalam kurun waktu enam jam, dengan kreator kecil diduga kehilangan antara 2 persen hingga 5 persen followers.
Platform itu secara agresif menghapus akun yang tidak aktif dan 'non-organik'.
Termasuk akun yang terkait dengan layanan penambah pengikut pihak ketiga.
Penting untuk disebutkan bahwa pembersihan ini menandai salah satu penindakan bot terbesar dalam sejarah Instagram.
Meta selaku induk Instagram mengatakan bahwa fenomena tersebut merupakan bagian dari proses rutin pembersihan akun tidak aktif dan akun bot di platform mereka.
“Sebagai bagian dari proses rutin kami untuk menghapus akun tidak aktif, beberapa akun Instagram mungkin melihat adanya perubahan pada jumlah pengikut mereka,” kata juru bicara Meta sebagaimana dikutip KompasTekno dari Financial Express.
Meta menegaskan bahwa follower aktif tidak terdampak dalam proses bersih-bersih ini.
Perusahaan yang bermarkas di Menlo Park, California ini juga menyebut akun yang sebelumnya sempat ditangguhkan tetapi berhasil dipulihkan akan kembali dihitung setelah proses verifikasi selesai.
KompasTekno juga sudah mencoba menghubungi pihak Meta di Indonesia. Jawaban yang diberikan juga serupa.
"Yang ingin kami pastikan, followers aktif pengguna Instagram tidak terpengaruh sama sekali. Mereka tetap ada dan tetap menjadi bagian dari komunitas pengguna," kata juru bicara Meta
Internet Heboh saat follower Hilang Massal
Di era media sosial, jumlah pengikuti bukan sekadar angka pajangan di lamam profil.
Follower kini menjadi salah satu angka dan faktor penting dalam monetisasi, kerja sama brand, hingga kekuatan algoritma.
Semakin besar basis follower, semakin tinggi pula nilai komersial seorang kreator atau selebriti di mata pengiklan.
Beberapa mega influencer dunia bahkan bisa mematok tarif puluhan ribu hingga jutaan dollar AS hanya untuk satu postingan sponsor.
Selain itu, follower juga bisa dibilang jadi “massa siap pakai” untuk promosi album, konser, film, merchandise, sampai produk bisnis pribadi.
Karena itu tak heran, penurunan follower dalam jumlah besar langsung memicu kepanikan, terutama bagi akun yang mengandalkan media sosial sebagai sumber pendapatan utama.
Meski begitu, banyak analis media sosial menilai fenomena ini justru menunjukkan upaya Meta untuk membersihkan ekosistem Instagram dari akun palsu dan aktivitas bot yang selama ini membuat angka follower terlihat tidak realistis.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengguna Instagram Keluhkan Follower Berkurang, Bukan karena Bug"
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Pengguna-Instagram0805.jpg)