Ramadhan 2026

Penetapan Awal Ramadhan 2026: Hisab Muhammadiyah dan Rukyat Pemerintah

Bulan suci Ramadhan tinggal 4 hari lagi terutama setelah Nisfu Syaban. Momen persiapan sudah mulai dilakukan setiap orang Islam

Tayang:
Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/KOLASE/SID
ILUSTRASI - Penentuan 1 Ramadahan 2026 melalui metode hisab dan rukyat. Perbedaan antara kedua metode tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Momen persiapan sudah mulai dilakukan setiap orang Islam guna menyambut bulan penuh berkah.
  • Prediksi berdasarkan kalender hijriyah 1 Ramadhan sudah ditentukan awal-awal bahkan dalam kalender nasional juga sudah ditentukan.
  • 1 Ramadhan 2026 jatuh pada tanggal 18 Februari sebagaimana tertera dalam keterangan kalender masehi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bulan suci Ramadhan tinggal 4 hari lagi terutama setelah Nisfu Syaban.

Momen persiapan sudah mulai dilakukan setiap orang Islam guna menyambut bulan penuh berkah.

Prediksi berdasarkan kalender hijriyah 1 Ramadhan sudah ditentukan awal-awal bahkan dalam kalender nasional juga sudah ditentukan.

1 Ramadhan 2026 jatuh pada tanggal 18 Februari sebagaimana tertera dalam keterangan kalender masehi.

Berdasarkan kalender sekitar 4 hari lagi menyambut puasa ramadhan terhitunga sejak berita ini diterbitkan.

Dalam menentukan 1 Ramadhan ada 2 metode yang dilakukan Umat Islam di Indonesia.

Yaitu metode Hisab dan metode Rukyat, dimana keduanya sama mementukan 1 Ramadhan berdasarkan kajian dan perhitungan.

Perhitungan Hisab dan Rukyat

- HISAB

Hisab merupakan metode menghitunga posisi benda langit, khususnya matahari dan bulan sehingga bisa ditentukan jauh-jauh hari sebelumnya.

Sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Muhammadiyah telah menentapkan 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 1 Maret 2026.

Tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah.

Hal itu juga merujuk pada Kalender Hijriah Global yang dikeluarkan Muhammadiyah yang sudah dikeluarkan sejak awal.

Hisab menggunakan perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriah.

Terdapat beberapa rujukan atau kitab yang digunakan untuk metode hisab di Indonesia.

Metode hisab juga ada yang menggunakan metode kontemporer

- RUKYAT

Rukyat adalah observasi benda-benda langit untuk memverifikasi hasil hisab berdasarkan aktivitas pengamatan visibilitas hilal (bulan sabit) saat Matahari terbenam menjelang awal bulan di Kalender Hijriah.

Rukyatul hilal biasanya dilakukan untuk menentukan awal bulan Dzulhijjah, Ramadhan, dan Syawal.

Dalam melakukan pemantauan, Kementerian Agama bekerjasama dengan organisasi masyarakat (ormas) Islam, pakar BMKG, pakar LAPAN, dan pondok pesantren sudah melakukan perhitungan di daerahnya.

Dilakukan di 86 titik yang terdapat di 34 propinsi di Indonesia.

Rukyatul hilal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya 'salah lihat'. Sebab, jika tinggi hilal berada di bawah 2 atau 4 derajat, maka kemungkinan obyek yang dilihat bukan hilal, melainkan bintang, lampu kapal, atau obyek lainnya.

Hilal bisa dilihat dengan ketinggian minimal 2 derajat, elongasi (jarak sudut matahari-bulan) 3 derajat, dan umur minimal 8 jam saat ijtimak.

Pemantauan hilal Ramadhan biasanya dilakukan pada tanggal 29 bulan Syakban.

Apabila hilal terlihat dengan beberapa ketentuan di atas, maka bulan Syaban dicukupkan 29 hari.

Setelah mendapatkan hasilnya dari rukyatul hilal maka dilakukan sidang isbat dari hasil yang didapat, jika ada perbedaan dalam rukyat maka diambil kesepatakan.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved