MotoGP 2026

Menuju 2027, Fabio Quartararo Tinggalkan Yamaha, Honda Khawatir Dampaknya

Hampir dipastikan pembalap Monster Energy Yamaha Fabio Qurtararo hengkang ke pabrikan lain di tahun 2027

Tayang:
Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
OFFICIAL INSTAGRAM FABIO QUARTARARO @FABIOQUARTARARO20 / REPRO
FABIO QUARTARARO - Pembalap di tim utama Yamaha, Fabio Quarataro bisa dipastikan akan pindah ke Pabrikan Honda tahun 2027 mendatang. Namun Honda justru khawatir. 

Ringkasan Berita:
  • Kabar kepindahan Fabio Quartararo ke Honda MotoGP Team mulai musim 2027 santer terdengar.
  • Namun, pihak Honda sendiri masih dilema, sebab dari kabar tersebut justru memunculkan kekhawatiran baru di kubu pabrikan Jepang tersebut.
  • Honda disebut mulai was-was dengan mulut pedas Fabio, yang selama ini kerap melontarkan kritik terbuka terhadap Yamaha MotoGP Team.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hampir dipastikan pembalap Monster Energy Yamaha Fabio Qurtararo hengkang ke pabrikan lain di tahun 2027.

Kabar kepindahan Fabio Quartararo ke Honda MotoGP Team mulai musim 2027 santer terdengar.

Namun, pihak Honda sendiri masih dilema, sebab dari kabar tersebut justru memunculkan kekhawatiran baru di kubu pabrikan Jepang tersebut.

Honda disebut mulai was-was dengan mulut pedas Fabio, yang selama ini kerap melontarkan kritik terbuka terhadap Yamaha MotoGP Team.

Sikap tersebut dinilai bisa berdampak pada citra tim jika terus berlanjut saat ia resmi bergabung.

Apalagi, performa motor Honda RC213V saat ini juga belum kompetitif, mirip dengan kondisi yang dialami Yamaha.

Hal inilah yang membuat Honda cukup berhati-hati, karena setiap pabrikan tentu ingin menjaga nama besar dan reputasi brand mereka.

Baca juga: SIARAN Langsung MotoGP Inggris Hari Minggu Kans Aleix Espargaro Geser Fabio Quartaro di Klasemen

Dalam kontrak antara pembalap dan pabrikan, biasanya terdapat klausul yang melarang pernyataan yang dapat merugikan kedua pihak.

Melihat sikap Fabio yang kerap mengkritik motor secara terbuka di media, bukan tidak mungkin hal itu menjadi perhatian serius Honda sebelum ia benar-benar bergabung.

Padahal saat ini Fabio menerima cukup fantastis dari Yamaha, 12 juta euro per tahun dari Yamaha, menjadikannya salah satu pembalap dengan bayaran tertinggi di paddock MotoGP, bahkan melampaui Marc Marquez.

Memang, Yamaha belum mampu memenuhi ekspektasinya soal performa motor.

Menariknya, dorongan untuk beralih ke mesin V4 juga datang dari Fabio sendiri, meski perubahan tersebut jelas membutuhkan waktu dan tidak langsung kompetitif.

Sebagai juara dunia, Fabio tentu sulit menerima jika harus terus berada di barisan belakang.

Rasa frustrasi itu wajar, mengingat belum ada tanda-tanda perbaikan signifikan dari performa motor.

Namun, balapan bukan hanya soal kemampuan individu, tetapi juga kerja tim.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved