Sea Games 2025

Update Daftar Perolehan Medali SEA Games 2025 Hari Ini Jelang Upacara Penutupan

Tim dayung Indonesia yang juga meraih emas dari kelas ringan empat pedayung putra lewat Ali Mardiansyah, Ihram, Rafiq, Wijdan Yasir, dan Ardi Isadi.

Tayang:
Editor: Zulkifli
Kemenpora/Herry/kemenpora.go.id
MEDALI EMAS - Kontingen Indonesia berhasil mempertahankan keunggulan perolehan medali emas di posisi kedua sementara hingga Rabu 17 Desember 2025. Indonesia masih mempertahankankeungulan atas Vietnam di klasemen sementara. 

Lomba heptatlon menggabungkan tujuh disiplin di atletik yaitu lari halang rintang 100m, lompat tinggi, tolak peluru, lari 200m, lompat jauh, lempar lembing, dan lari 800 meter.

Nova mencatat 5.497 poin yang mana menjadi rekor nasional baru, melampaui rekor lama yang juga ditorehkan atas namanya.

"Alhamdulillah sangat bersyukur, senang banget," ucap Nova, dilansir dari Antaranews.com.

"Aku terakhir mendapatkan medali emas (SEA Games) pada 2019 dan aku bertanding heptatlon, lomba yang aku sempat off selama tujuh tahun," imbuhnya.

Nova meningkatkan warna medalinya setelah meraih perak dalam lomba yang sama di edisi Kuala Lumpur 2017.

Baca juga: Jumlah Poin Megawati Hangestri Hantarkan Timnas Indonesia Raih Perunggu SEA Games 2025

Beralih ke cabor dayung, olimpian sekaligus mantan Juara Asia La Memo merebut emas setelah memenangi lomba satu pedayung putra. Itu jadi emas kelimanya di SEA Games.

Tim dayung Indonesia yang juga meraih emas dari kelas ringan empat pedayung putra lewat Ali Mardiansyah, Ihram, Rafiq, Wijdan Yasir, dan Ardi Isadi.

Kemudian ke angkat besi, emas yang ketiga dipersembahkan lifter pencetak rekor, Rahmat Erwin Abdullah, di kelas 88kg putra dengan total angkatan 362kg.

Rahmat meraih emas keempatnya di SEA Games. Kali ini, torehannya terasa berbeda karena dia bertanding di kelas berat.

Sebelumnya Rahmat bertanding di kelas 73kg, 77kg, 79kg, dan paling berat adalah 81kg di mana dia selalu pernah memecahkan rekor dunianya.

Rahmat harus pindah kelas setelah tersisih dari rekan kompatriot, Rizki Juniansyah, dalam seleksi nasional untuk kelas 79kg di SEA Games.

 Rahmat dan Rizki menciptakan persaingan sengit sebagai pemecah rekor. Masalahnya, kuota satu atlet per kelas jamak diterapkan di ajang-ajang multievent.

Tahun lalu Rahmat gagal lolos ke Olimpiade Paris meski dijagokan untuk meraih emas karena digusur Rizki dari peringkat satu dunia di detik-detik akhir masa kualifikasi.

"Lebih bisa tenang, menikmati, santai saja. Tidak mau terlalu ambil pusing atau terbebani," ucap peraih perunggu Olimpiade dan emas Asian Games itu, dikutip dari Kompas.id.

Lalu ada emas catur cepat beregu putri dari kuartet IM Medina Warda Aulia, IM Irine Kharisma Sukandar, WIM Chelsie Monica Ignesias Sihite, dan WIM Laysa Latifah.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved