Ragam Contoh
Doa Sahur dan Berbuka Puasa Ramadan 30 Hari Sesuai Sunah Lengkap Arab, Latin, Artinya
berbuka puasa adalah momen penuh rasa syukur setelah seharian menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu.
Ringkasan Berita:
- Sahur memiliki kedudukan khusus karena menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan umat-umat sebelumnya, sebagaimana dianjurkan oleh Muhammad.
- Sementara itu, berbuka puasa adalah momen penuh rasa syukur setelah seharian menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan, momen sahur dan berbuka bukan sekadar aktivitas makan dan minum untuk menjaga stamina tubuh, tetapi juga bagian dari sunnah yang sarat makna spiritual dan keberkahan.
Kedua waktu tersebut menjadi kesempatan istimewa bagi umat Muslim untuk memperbanyak doa, memperkuat niat ibadah, serta meneladani ajaran Rasulullah SAW yang membawa nilai kesederhanaan, rasa syukur, dan kedisiplinan dalam beribadah.
Sahur memiliki kedudukan khusus karena menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan umat-umat sebelumnya, sebagaimana dianjurkan oleh Muhammad.
Sementara itu, berbuka puasa adalah momen penuh rasa syukur setelah seharian menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu.
Waktu berbuka juga menjadi saat mustajab untuk berdoa, karena di dalamnya terkandung harapan, kesabaran, dan keikhlasan yang telah dijalani sepanjang hari.
Kedua waktu penting ini memiliki amalan tersendiri yang apabila dijalankan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, akan membuat ibadah puasa terasa lebih bermakna serta mendalam secara spiritual.
Membaca doa, menjaga niat, serta mengikuti sunnah-sunnah yang diajarkan dapat meningkatkan kualitas ibadah dan menambah pahala di bulan yang penuh rahmat ini.
Tulisan ini menghadirkan bacaan doa sahur dan doa berbuka puasa secara lengkap, mulai dari tulisan Arab, latin, hingga arti dalam bahasa Indonesia.
Tidak hanya itu, pembahasan juga dilengkapi dengan penjelasan sunnah-sunnah yang dianjurkan agar ibadah Ramadan 2026 semakin sempurna dan khusyuk.
• Contoh Ide Jualan Takjil Ramadan 2026, Tren Menu Kekinian, Sehat, dan Cepat Laris
Doa Sahur Puasa Ramadan
Pada dasarnya, tidak terdapat doa sahur khusus yang secara spesifik diajarkan Rasulullah SAW sebelum makan sahur.
Namun pada waktu sahur, umat Islam dianjurkan membaca niat puasa Ramadan serta membaca doa sebelum dan sesudah makan sebagaimana doa makan sehari-hari.
Kebiasaan ini menjadi bentuk adab yang baik sekaligus sarana untuk memohon keberkahan dalam ibadah puasa yang akan dijalankan sepanjang hari.
1. Niat Puasa Ramadhan
Niat puasa Ramadhan merupakan rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Menurut Mazhab Syafi’i, niat harus diucapkan setiap malam selama bulan Ramadhan, sebelum terbit fajar. Sementara Mazhab Maliki membolehkan niat satu kali untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan.
Sebagai langkah hati-hati, banyak ulama menganjurkan untuk membiasakan niat setiap malam — umumnya setelah shalat Tarawih atau saat makan sahur.
Bacaan niat puasa Ramadhan (harian):
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّ هِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Bacaan niat puasa Ramadhan (sebulan penuh, mengikuti Mazhab Maliki):
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ ه ذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّ هِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
2. Doa Sebelum Makan (Dibaca Saat Sahur)
Arab:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Allahumma barik lana fima razaqtana wa qina ‘adzaban nar.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan lindungilah kami dari siksa neraka.”
3. Doa Setelah Makan (Dibaca Usai Sahur)
Arab:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Latin: Alhamdulillahil ladzi ath’amana wa saqana wa ja’alana minal muslimin.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk orang-orang Muslim.”
Sunnah Melaksanakan Sahur
Sahur bukan sekadar makan sebelum fajar. Di dalamnya terdapat beberapa amalan sunnah yang bila dijalankan, akan menambah bobot keberkahan ibadah puasa:
1. Mengakhirkan Waktu Sahur
Rasulullah SAW menganjurkan sahur dilakukan mendekati waktu Subuh, bukan di tengah malam. Dalam riwayat Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit, jarak antara selesai makan sahur dan azan Subuh diperkirakan hanya sepanjang waktu membaca 50 ayat Al-Qur’an. Ini menunjukkan betapa dekatnya sahur dianjurkan dengan waktu fajar.
2. Tidak Melewatkan Sahur Meski Sedikit
Rasulullah SAW bersabda, “Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan jika hanya tersisa seteguk air, sahur tetap dianjurkan. Selain menguatkan tubuh untuk berpuasa, sahur juga menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa umat terdahulu.
3. Memanfaatkan Waktu Sepertiga Malam Terakhir
Waktu sahur berhimpitan dengan sepertiga malam terakhir salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa. Maka selain makan, manfaatkan momen sahur untuk memperbanyak istighfar, dzikir, dan doa-doa pribadi kepada Allah SWT.
Doa Buka Puasa Ramadhan
Berbuka puasa adalah saat yang paling ditunggu. Dan lebih dari sekadar melepas lapar, waktu berbuka merupakan salah satu momen terkabulnya doa.
Rasulullah SAW bersabda bahwa tiga orang yang doanya tidak tertolak adalah: pemimpin yang adil, orang berpuasa saat berbuka, dan orang yang dizalimi. (HR. Tirmidzi)
Imam al-Nawawi dalam kitab al-Adzkar mencatat lima pilihan doa berbuka puasa yang dapat diamalkan:
Doa Pertama (HR. Abu Daud dari Ibnu Umar):
Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Artinya: “Telah hilang dahaga, tenggorokan pun telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”
Doa Kedua (HR. Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah):
Arab:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Doa ini juga sering dibaca dalam versi yang lebih lengkap, yakni:
Arab:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa’ala rizqika afthortu birohmatika ya arhamarrahimin.
Artinya: “Ya Allah, Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki serta kasih sayang-Mu aku berbuka.”
Doa Ketiga (HR. Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah):
Arab:
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ
Latin: Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menolongku sehingga aku dapat berpuasa, dan yang memberi rezeki kepadaku sehingga aku dapat berbuka.”
Doa Keempat (HR. Ibnu Sunni dari Ibnu Abbas):
Arab:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
Latin: Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim.
Artinya: “Ya Allah, karena Engkau kami berpuasa, dan dengan rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah puasa kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.”
Doa Kelima (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Sunni dari Ibnu Umar):
Arab:
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Latin: Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”
Sunnah Berbuka Puasa
Seperti sahur, berbuka pun memiliki sejumlah amalan sunnah bisa dilakukan agar dapat memaksimalkan amalan di bulan Ramadhan:
1. Menyegerakan Berbuka
Begitu azan Maghrib berkumandang, segerakan berbuka tanpa ditunda. Rasulullah SAW bersabda, “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim). Menunda berbuka tanpa alasan syar’i justru bertentangan dengan sunnah.
2. Berbuka dengan Kurma atau Air Putih
Rasulullah SAW menganjurkan agar berbuka dimulai dengan kurma — bila ada — karena kurma mengandung keberkahan. Jika kurma tidak tersedia, cukup dengan air putih yang bersih. (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud). Tradisi berbuka dengan gorengan atau makanan berat sebaiknya diposisikan setelah kurma dan air, bukan sebagai pilihan pertama.
3. Membaca Doa Sebelum Berbuka
Jangan langsung menyantap makanan begitu azan berkumandang. Luangkan sesaat untuk membaca doa berbuka terlebih dahulu. Ini bukan hanya sunnah, tapi juga cara terbaik memanfaatkan waktu mustajab yang Allah SWT berikan khusus bagi orang yang berpuasa.
4. Memperbanyak Doa Saat Berbuka
Waktu antara azan Maghrib dan menyantap makanan adalah momen emas untuk berdoa. Selain doa berbuka yang sudah diajarkan, manfaatkan pula momen ini untuk memanjatkan doa-doa lain yang selama ini tersimpan di hati — meminta ampunan, rezeki, kesehatan, atau hajat apapun yang diinginkan.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
doa sahur dan buka puasa Ramadan 2026
bacaan doa sahur lengkap arab latin arti
doa buka puasa sesuai sunnah
Doa Buka Puasa Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Lafaz Doa Buka Puasa sesuai Sunnah
Bacaan Niat Puasa Ramadan
Apa Niat Puasa Ramadan
Niat Puasa Ramadan Sesuai Sunnah
Ramadan 2026
| Rekrutmen 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka, Ini Syarat Pendidikannya |
|
|---|
| Jadwal UTBK 2026 Sesi Siang Berbeda Tiap Lokasi, Panitia SNPMB Imbau Hal Ini |
|
|---|
| Iqbaal Ramadhan Totalitas di Film Monster Pabrik Rambut, 2 Jam Make Up |
|
|---|
| 45 Soal Essay Agama Hindu Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka 2026 dan Kunci Jawaban |
|
|---|
| Sudah Cair PIP April 2026 , Cek Dana Bantuan dengan Mudah Lewat HP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/makan-Sahur-Muncul-pertanyaan-apakah.jpg)