Kabar Artis

Ramadan 2026 Tanpa Suami, Terry Putri Ungkap Perbedaan Waktu Jadi Hambatan

Terry mengaku tetap merasa sedih, terutama karena tidak bisa menjalani Ramadan bersama suami. 

Tayang:
INSTAGRAM
ARTIS- Terry menjelaskan bahwa kepulangannya bukan semata karena rindu keluarga, tetapi juga karena keterbatasan izin tinggal.  

Ringkasan Berita:
  • Sudah sekitar lima bulan keduanya terpisah jarak, sejak Terry pulang ke Indonesia pada September 2025 hingga awal 2026. 
  • Sementara itu, Derly masih harus menetap di Amerika Serikat karena pekerjaan serta urusan imigrasi yang belum memungkinkan dirinya kembali ke Tanah Air.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID-  Bulan suci Ramadan 2026 menghadirkan perasaan yang campur aduk bagi presenter ternama Terry Putri

Di satu sisi, ia bersyukur bisa kembali menjalani ibadah puasa di Indonesia bersama keluarga dan suasana kampung halaman. 

Namun di sisi lain, ada kesedihan yang tak bisa ia sembunyikan karena harus menjalani Ramadan tanpa kehadiran sang suami, Derly Darmawan.

Pasangan yang menikah di Amerika Serikat pada tahun 2022 itu kini kembali menjalani hubungan jarak jauh atau long distance marriage (LDM). 

Sudah sekitar lima bulan keduanya terpisah jarak, sejak Terry pulang ke Indonesia pada September 2025 hingga awal 2026. 

Siapa Indra Frimawan, Komika yang Tuai Kritik Usai Insiden dengan Fajar Sadboy

Sementara itu, Derly masih harus menetap di Amerika Serikat karena pekerjaan serta urusan imigrasi yang belum memungkinkan dirinya kembali ke Tanah Air.

Terry menjelaskan bahwa kepulangannya bukan semata karena rindu keluarga, tetapi juga karena keterbatasan izin tinggal. 

Ia masih menggunakan visa turis sehingga tidak bisa menetap terlalu lama di Amerika. Di sisi lain, situasi imigrasi yang ketat membuat sang suami belum dapat bepergian ke luar negeri.

Meski memahami kondisi tersebut, Terry mengaku tetap merasa sedih, terutama karena tidak bisa menjalani Ramadan bersama suami. 

Ia terbiasa menyiapkan kebutuhan Derly, mulai dari sahur hingga berbuka puasa. Karena itu, rasa bersalah sempat muncul karena tidak bisa menjalankan perannya sebagai istri secara langsung di momen penting seperti Ramadan.

Presenter kelahiran Banjarmasin itu juga membayangkan perjuangan suaminya yang harus berpuasa sendirian di lingkungan minoritas Muslim di Amerika. 

Baginya, kebersamaan saat sahur dan berbuka adalah momen sakral yang biasanya mempererat hubungan keluarga.

Meski demikian, Terry dan suami tetap menjaga komunikasi dan saling memberi dukungan dari jarak jauh. 

Ia berharap situasi imigrasi segera membaik agar mereka bisa kembali berkumpul dan menjalani Ramadan bersama di masa mendatang.

"Pengennya sih bisa total lebih banyak ibadah untuk bisa melayani suami, kan gak bisa," lanjutnya.

Sejarah dan Letak Geografis Kota Pontianak: Dari Kotapraja Hingga Kota Otonom di Garis Khatulistiwa

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved