Ragam Contoh

Update Kurikulum Nasional 2026 Resmi Berlaku, Ini 5 Perubahan Besar yang Wajib Diketahui

Update Kurikulum Nasional 2026 merupakan bentuk penguatan dan formalisasi dari Kurikulum Merdeka yang kini ditetapkan sebagai standar nasional

Tayang:
Dok. Kompas.com
MURID BARU -Dunia pendidikan Indonesia memasuki fase baru yang dinilai menjadi salah satu perubahan paling besar dalam satu dekade terakhir.  Pemerintah resmi mempercepat penerapan Update Kurikulum Nasional 2026 sebagai fondasi utama sistem pembelajaran baru di seluruh satuan pendidikan Indonesia. 

Pemerintah kini memasukkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian dari program wajib belajar nasional. Dengan kebijakan ini, pendidikan dasar anak dianggap dimulai sejak usia dini sebelum masuk sekolah dasar.

Langkah tersebut diambil untuk memperkuat kesiapan anak dalam aspek sosial, emosional, dan kemampuan dasar belajar sejak awal.

2. Coding dan AI Mulai Diperkenalkan di Sekolah

Sekolah kini didorong untuk menghadirkan pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai mata pelajaran pilihan.

Tujuannya adalah membangun literasi digital siswa sejak dini agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara kerja dan pemanfaatannya secara produktif.

Materi coding nantinya dapat diterapkan melalui proyek sederhana, pemecahan masalah digital, hingga pengenalan logika pemrograman dasar.

3. Bahasa Inggris Menjadi Mata Pelajaran Wajib di SD

Mulai tahun ajaran 2026/2027, Bahasa Inggris resmi diterapkan sebagai mata pelajaran wajib secara bertahap mulai kelas 3 sekolah dasar.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi global siswa sejak usia dini sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi perkembangan dunia internasional.

4. Penjurusan IPA dan IPS di SMA Dihapus

Sistem penjurusan tradisional seperti IPA, IPS, dan Bahasa resmi dihapus pada jenjang SMA kelas 11 dan 12.

Sebagai gantinya, siswa akan memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan rencana karier masa depan. Dengan sistem ini, siswa dinilai memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menentukan jalur pembelajaran yang sesuai kebutuhan mereka.

5. Evaluasi Siswa Menggunakan 8 Dimensi Profil Lulusan

Pemerintah juga memperkenalkan sistem evaluasi berbasis 8 dimensi profil lulusan yang lebih komprehensif dibandingkan model Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebelumnya.

Penilaian tidak lagi hanya berfokus pada nilai ujian, tetapi juga pada karakter, kemampuan sosial, kreativitas, komunikasi, hingga kemampuan adaptasi siswa dalam kehidupan nyata.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved