Ragam Contoh

Bahaya Kelebihan Vitamin D, Dari Suplemen hingga Risiko Serius

Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua asupan vitamin, meskipun bermanfaat, aman dikonsumsi tanpa batas.

https://www.royalprogress.com/
VITAMIN- Secara alami, tubuh manusia memproduksi Vitamin D ketika kulit terpapar sinar matahari, yang menyumbang sekitar 90 persen kebutuhan harian.  

Dalam sebuah tinjauan ilmiah tahun 2018 di Amerika Serikat, para peneliti menyoroti adanya kecenderungan “terlalu percaya diri” terhadap keamanan konsumsi vitamin D dosis tinggi.

Hingga saat ini, para ilmuwan pun masih belum mencapai kesepakatan mengenai batas pasti asupan vitamin D yang dapat dikategorikan berlebihan.

Mereka juga menilai bahwa meningkatnya minat masyarakat terhadap vitamin D, yang sebagian dipicu oleh buku-buku populer yang mengklaim manfaat besar dari dosis tinggi, turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus keracunan vitamin D.

Tubuh Mudah Lelah? Bisa Jadi Gejala Kekurangan Vitamin D dan Gejalanya

Sumber dan Fungsi Vitamin D

Secara alami, tubuh manusia memproduksi Vitamin D ketika kulit terpapar sinar matahari, yang menyumbang sekitar 90 persen kebutuhan harian. 

Sisanya dapat diperoleh dari makanan seperti ikan berlemak dan produk susu yang telah diperkaya nutrisi.

Vitamin ini berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium, menjaga kesehatan tulang, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta berkontribusi dalam pertumbuhan sel, metabolisme, dan fungsi neuromuskular. 

Kekurangan vitamin D dalam jangka panjang juga diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit, termasuk gangguan neurologis, penyakit autoimun, gangguan tulang, hingga penyakit kardiovaskular.

Meski begitu, efektivitas suplemen vitamin D masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. 

Beberapa penelitian menunjukkan potensi manfaat seperti memperlambat proses penuaan, meningkatkan fungsi kognitif, hingga membantu meredakan gejala depresi. Namun, sebagian peneliti lain masih meragukan klaim tersebut.

Yang jelas, penggunaan suplemen vitamin D tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Banyak kasus keracunan terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan suplemen, terutama saat menjalani terapi untuk mengatasi kekurangan vitamin D tanpa pengawasan medis yang tepat.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved