Ragam Contoh

Cara Kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab, Soal PAI Kelas 5

Umar juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya dan tidak segan menegur pejabat

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
PENDIDIKAN- Umar bin Khattab memimpin sebagai khalifah selama kurang lebih sepuluh tahun. Dalam masa kepemimpinannya, peradaban Islam berkembang pesat, tidak hanya dari sisi keagamaan tetapi juga dalam bidang pemerintahan, hukum, dan tata sosial.  
Ringkasan Berita:
  • Umar bin Khattab memimpin sebagai khalifah selama kurang lebih sepuluh tahun. Dalam masa kepemimpinannya, peradaban Islam berkembang pesat, tidak hanya dari sisi keagamaan tetapi juga dalam bidang pemerintahan, hukum, dan tata sosial. 
  • Keteguhan sikapnya itulah yang membuat beliau mendapat gelar Al-Faruq, yaitu pribadi yang mampu membedakan secara jelas antara yang hak dan yang batil.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Khalifah Umar bin Khattab dikenal sebagai salah satu pemimpin terbesar dalam sejarah Islam. 

Sosoknya termasyhur karena ketegasan dalam memegang janji, kedisiplinan yang tinggi, gaya hidup yang sederhana, serta keberanian luar biasa dalam membela kebenaran dan memberantas kebatilan. 

Keteguhan sikapnya itulah yang membuat beliau mendapat gelar Al-Faruq, yaitu pribadi yang mampu membedakan secara jelas antara yang hak dan yang batil.

Umar bin Khattab memimpin sebagai khalifah selama kurang lebih sepuluh tahun. Dalam masa kepemimpinannya, peradaban Islam berkembang pesat, tidak hanya dari sisi keagamaan tetapi juga dalam bidang pemerintahan, hukum, dan tata sosial. 

Salah satu jasa terbesarnya adalah melanjutkan ekspansi wilayah Islam hingga melampaui Jazirah Arab.

Menjelang akhir hayatnya, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq telah mengirimkan pasukan ke wilayah Syam, Mesir, dan Persia sebagai bagian dari upaya memperluas dakwah Islam. Namun, sebelum misi tersebut mencapai hasil yang maksimal, Abu Bakar wafat. 

Pengertian Fathu Makkah dan Kisah Penaklukan Kota Makkah oleh Rasulullah SAW, Materi PAI Kelas 5

Tanggung jawab besar itu kemudian dilanjutkan oleh Umar bin Khattab dengan penuh kesungguhan.

Di bawah kepemimpinan Umar, wilayah kekuasaan Islam semakin meluas dan mencakup berbagai daerah penting di luar Arab. 

Perluasan wilayah ini membawa dampak besar, termasuk munculnya tantangan baru dalam mengatur pemerintahan yang semakin kompleks. Beragam suku, budaya, dan sistem sosial yang berbeda menuntut adanya pengelolaan yang adil dan teratur.

Dengan pertolongan Allah SWT, Umar bin Khattab berupaya keras membenahi sistem pemerintahan agar berjalan tertib dan efektif. 

Ia menyusun administrasi negara, membagi wilayah kekuasaan ke dalam provinsi-provinsi, serta menunjuk para gubernur yang bertanggung jawab. 

Umar juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya dan tidak segan menegur pejabat yang berlaku tidak adil.

Kepemimpinan Umar bin Khattab menjadi teladan sepanjang masa karena memadukan ketegasan, keadilan, dan kesederhanaan. Warisan kebijakannya memberi pengaruh besar dalam perkembangan peradaban Islam dan dikenang sebagai salah satu periode keemasan dalam sejarah kepemimpinan umat Islam.

Langkah yang dilakukan Umar bin Khatab di antaranya :

Mengatur wilayah

a. Untuk mengatur wilayah Islam yang luas khalifah Umar bin Khattab membagi daerah itu menjadi delapan propinsi, yaitu Makkah, Syam, Jazirah Basrah, Kufah, Mesir dan Palestina.

Setiap propinsi diperintah oleh seorang Gubernur atau wali.

Pemerintahan pada setiap propinsi itu diberi hak otonomi untuk mengurus daerahnya
masing-masing.

b. Membentuk berbagai jawatan pemerintahan (dewan-dewan) dengan prinsip musyawarah.

Dibentuk pula lembaga pengadilan dengan hakim-hakim terbaik.

Salah satu hakimnya adalah sahabat Ali bin Abi Thalib.

Mengatur keamanan negara

Untuk kepentingan keamanan dan pertahanan khalifah Umar bin Khttab melakukan :

a. Mendirikan pusat kemiliteran di Madinah, Kufah, Basrah, Mesir, Damaskus, Hems, dan Palestina.

Ia memberikan perhatian sampai kepada hal-hal yang sangat kecil yang dibutuhkan bagi tentara yang sangat efisien.

Khalifah Umar membagi tentara menjadi tentara regular dan sukarelawan atau cadangan.

Dan ia juga membangun tangsi-tangsi militer yang besar di Armenia dan Azerbayzen.

b. Membentuk diwan al-jund (jawatan militer) berkewajiban menginvetarisir dan mengelolah administrasi ketentaraan.

Dan untuk menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat yang diperintahnya dibentuk juga jawatan kepolisian.

Mengatur keuangan negara

a. Mengelola Baitulmal. Pendistribusian harta disesuaikan dengan pos-pos yang telah ditentukan dan atas dasar prestasi.

Pengelolaan Baitulmal dipercayakan kepada Abdullah bin Arqam yang dibantu oleh Abdurrahman bin Ubay dan Mu’aqib.

b. Mengawasi dan menekankan pejabat untuk tidak korupsi, bertindak jujur dan menggunakan keuangan untuk kepentingan masyarakat.

c. Mencetak mata uang dan mengatur gaji tentara secara profesional dan sesuai tugasnya.

Di samping itu memberikan tunjangan kepada rakyat, pejabat, dan para tokoh pejuang.

Meski demikian, untuk dirinya sendiri, Khalifah Umar hidup dengan sangat sederhana.

Ia hanya memiliki sehelai kemeja dan mantel serta tidur di atas dedaunan kurma.

Mengatur sosial kemasyarakatan

a. Melindungi nonmuslim dan menghormati hak-hak beragama mereka.

Mereka diwajibkan membayar jizyah yaitu pajak. Muslim dan nonmulim hidup berdampingan secara rukun.

b. Membentuk jawatan pos, menciptakan tahun hijrah, menciptakan hisbah (pengawasan terhadap pasar dan mengontrol timbangan), dan mengatur kebersihan jalan dan lingkungan.

Mengembangkan ilmu dan kebudayaan

a. Mengembangkan pusat-pusat keilmuan. Para ulama menyebarkan ke kota-kota yang berbeda.

Kota-kota yang menjadi pusat ilmu di antaranya adalah Basrah, Hijaz, Syam, dan Kuffah seakan menjadi idola ulama dalam menggali keberagaman dan kedalaman ilmu pengetahuan.

b. Mengembangkan seni bangunan, baik itu bangunan sipil (imarah madaniyah),

bangunan agama (imarah diniyah), ataupun bangunan militer (imarah harbiyah),

mengalami kemajuan yang cukup pesat pula. Khalifah Umar bin Khattab memegang janjinya dengan teguh selaku pemimpin.

Karenanya, khalifah memerintah dengan tegas, adil, jujur, disiplin, dan penuh cinta kasih.

Karenanya, masyarakat Islam banyak memperoleh kemajuan di berbagai bidang.

Hal ini menyebabkan musuh-msuh Islam sangat membenci khalifah, khususnya orang Persia dan Yahudi.

Mereka mengatur rencana jahat terhadap khalifah Umar dengan memerintahkan Abu Lu’luah.

Abu Lu’luah berhasil menyusup masuk ke masjid dan mendekati khalifah Umar yang akan melaksanakan salat Subuh.

Beliau kemudian melukai khalifah Umar. Beberapa hari kemudian, beliau meninggal dunia dalam usia 63 tahun.

Khalifah berikutnya yang menggantikan beliau adalah sahabat Usman bin Affan. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved