Khazanah Islam

DAFTAR Amalan Sunnah Saat Terjadi Gerhana Bulan Perbanyak Dzikir dan Istighfar

Gerhana Bulan bukan sekadar peristiwa astronomi yang memukau mata, tetapi juga momen spiritual yang sarat makna bagi umat Islam. 

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Enro
AMALAN SUNNAH - Berikut ini daftar Amalan Sunnah yang dianjurkan diperbanyak saat terjadi gerhana. 

Amalan saat Gerhana Bulan yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW Merujuk pada Panduan Shalat Gerhana Kementerian Agama Jawa Barat (Kemenag Jabar),

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya tentang tuntunan syariat yang mulia ketika terjadi gerhana bulan, yakni:

1. Menghadirkan rasa takut kepada Allah saat terjadinya gerhana matahari dan bulan, karena peristiwa tersebut mengingatkan kita akan tanda-tanda kejadian hari kiamat, atau karena takut azab Allah diturunkan akibat dosa-dosa yang dilakukan.

2. Mengingat apa yang pernah disaksikan Nabi Muhammad SAW dalam shalat Kusuf. Diriwayatkan bahwa dalam shalat kusuf, Rasulullah SAW diperlihatkan oleh Allah surga dan neraka, bahkan beliau ingin mengambil setangkai dahan dari surga untuk diperlihatkan kepada mereka. 

Beliau juga diperlihatkan berbagai bentuk azab yang ditimpakan kepada ahli neraka. Karena itu, dalam salah satu khutbahnya selesai shalat gerhana, beliau bersabda, "Wahai umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." (HR. Muttafaq 'alaih).

BACAAN Doa Memohon Perlindungan Tarbaik untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

3. Shalat gerhana sunah dilakukan di masjid secara berjamaah. 

Rasulullah SAW selalu melaksanakannya di masjid sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat, akan tetapi boleh juga dilakukan seorang diri. (Lihat: Al-Mughni, Ibnu Qudamah, 3/323).

4. Wanita boleh ikut shalat berjamaah di belakang barisan laki-laki. Diriwayatkan bahwa Aisyah dan Asma ikut shalat gerhana bersama Rasulullah SAW. (HR. Bukhari).

5. Tidak ada azan dan iqamah dalam pelaksanaan shalat gerhana. Karena adzan dan iqamah hanya berlaku pada shalat fardhu yang lima.

6. Sebelum menjalankan sholat Gerhana Bulan, dianjurkan menyerukan dengan panggilan "Asshalaatu Jaami'ah". 

Maksudnya adalah panggilan untuk melakukan shalat secara berjamaah. Aisyah meriwayatkan bahwa saat terjadi gerhana, Rasulullah SAW memerintahkan untuk menyerukan "Ashshalaatu Jaami'ah" (HR. Abu Daud dan Nasa'i)

7. Disunahkan mengeraskan bacaan surat, baik shalatnya dilakukan pada siang atau malam hari. Hal ini dilakukan Rasulullah SAW dalam shalat gerhana (HR. Muttafaq alaih).

8. Disunahkan memanjangkan bacaan surat. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW dalam shalat gerhana memanjangkan bacaannya. (HR. Muttafaq alaih). 

Namun hendaknya tetap mempertimbangkan kemampuan dan kondisi jamaah.

9. Disunahkan menyampaikan khutbah setelah selesai shalat, berdasarkan perbuatan Nabi Muhammad SAW bahwa beliau setelah selesai shalat naik ke mimbar dan menyampaikan khutbah (HR. Nasa'i). 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved