Khazanah Islam
Kapan 1 Muharram 1448 H 2026 Sesuai SKB 3 Menteri, Makna 1 Suro dan Amalan Muharram
Tak terasa sudah bulan Dzulhijjah yang menandakan bulan terakhir dalam kalender penanggalan hijriyah
Ringkasan Berita:
- Artinya sebentar lagi, akan memasuki awal tahun hijriyah di awali bulan Muharram.
- Dalam sistem penanggalan Qamariyah, kalender akan kembali pada Muharram, sekaligus salah satu bulan mulia.
- Bulan Muharram termasuk dalam asyhurul hurum atau bulan mulia yang diharamkan untuk berperang. Selain itu, beberapa amalan juga dianjurkan untuk dilakukan selama bulan ini, seperti berdoa kepada Allah, bersedekah, hingga memperbanyak zikir.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tak terasa sudah bulan Dzulhijjah yang menandakan bulan terakhir dalam kalender penanggalan hijriyah.
Artinya sebentar lagi, akan memasuki awal tahun hijriyah di awali bulan Muharram.
Dalam sistem penanggalan Qamariyah, kalender akan kembali pada Muharram, sekaligus salah satu bulan mulia.
Bulan Muharram termasuk dalam asyhurul hurum atau bulan mulia yang diharamkan untuk berperang. Selain itu, beberapa amalan juga dianjurkan untuk dilakukan selama bulan ini, seperti berdoa kepada Allah, bersedekah, hingga memperbanyak zikir.
Bagi sebagian masyarakat di Indonesia datangnya Muharram ada momen di sebut Suro dalam tradisi masyarakat jawa dikenal untuk menandai awal tahun.
Bulan pertama dalam sistem penanggalan Jawa ini juga sering terdapat beberapa perayaan.
Baca juga: Ribuan Umat Islam Hadiri Tabligh Akbar Muharram di Masjid Raya Mujahidin Pontianak
Dalam bulan mulia ini, seorang muslim yang menjalankan puasa sunah Asyura (10 Muharram) bisa dihapuskan dosanya setahun lalu.
Maka, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan baik selama bulan istimewa tersebut. Tak hanya itu, berbagai perayaan untuk menandai awal tahun ini pun dilakukan.
Umat Islam di Indonesia biasa merayakan tahun baru Islam (1 Muharram) dengan berbagai kegiatan positif. Misalnya, menggelar pengajian, pawai atau karnaval, hingga donasi untuk anak yatim.
1 Muharram 2026
Dalam kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Muharram 1448 H akan diperingati pada Selasa, 16 Juni 2026.
Penentuan itu selaras dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang menyatakan bahwa tanggal tersebut menjadi hari libur nasional.
Serta cocok juga dengan berdasarkan hitungan falakiyah dari organisasi Muhammadiyah. Mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), 1 Muharram 1448 H bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026.
Begitu juga Sementara itu, organisasi Nahdlatul Ulama (NU) biasanya akan mengumumkan 1 Muharram mendekati hari tersebut melalui Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Makna 1 Suro
Bulan Suro dalam jawa merupakan penyebutan bulan pertama dalam kalender Jawa-Islam, kalender Saka-Hijriah, atau kalender Sultan Agung.
Sultan Agung dari Kerajaan Mataram Islam mencetuskan sistem Kalender Islam Jawa dengan memadukan tarikh Saka dan Hijriah. Dari situ, diambil keputusan pada 1555 Saka bersamaan dengan 1042 Hijriah dan 1633 Masehi.
Alasan Sultan Agung mengusulkan hal tersebut cukup sederhana. Tujuannya agar perayaan keagamaan diadakan secara bersamaan dengan seluruh umat Islam.
Dalam penanggalan kalender Jawa, 1 Suro 2026 atau 1960 Ja jatuh pada Selasa Wage, 16 Juni 2026.
1 Muharram dalam 3 penanggalan sebagai berikut :
- Selasa, 16 Juni 2026
- Selasa, 1 Muharram 1448 H
- Selasa Wage, 1 Suro 1960 Ja
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS
1 Muharram
1 Muharram 1448 H
Libur Nasional 16 Juni 2026
Libur Panjang
Makna 1 Suro dan Amalan Muharram
Kapan 1 Muharram 1448 H 2026 Sesuai SKB 3 Menteri
| Perhatikan Sholat Jamak Magrib Isya: Jumlah Rakaat, Niat, serta Tata Cara Jamak Taqdim dan Takhir |
|
|---|
| Banyak yang Keliru, Ternyata Shalat Dhuha Tidak Disunnahkan Berjamaah, Penjelasannya dan Tata Cara |
|
|---|
| Shalat Subuh Bagi Musafir, Apakah Bisa Diqashar dan Dijamak ? Tata Cara Shalat Subuh yang Benar |
|
|---|
| Ini Hukum Puasa Ayyamul Bidh Jika Tidak Genap 3 Hari, Apakah Tetap Mendapat Pahala? |
|
|---|
| Keutamaan Puasa Dzulhijah, Tarwiyah dan Arafah, Tiap Hari Miliki Keistimewaan, Ini Niat Bacaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/1-Muharram-2026-cdvgbhnjm.jpg)