Khazanah Islam

Amalan dan Doa Pelunas Utang Diajarkan Rasulullah, Lengkap dengan Hadits dan Waktu Membacanya

Berutang seringkali menjadi solusi darurat atas kebutuhan yang mendesak bagi setiap orang.

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
Dok. Tribunnews.com
UTANG - Doa dianjarkan Rasulullah agar terhindar dari utang. Dibaca setiap hari pagi sore dan diiringi dengan usaha. 

Ringkasan Berita:
  • Namun hutang merupakan kewajiban yang harus dibayar kepada siapapun.
  • Makanya, utang berubah menjadi beban hidup yang tak hanya menyusahkan secara lahir, tetapi juga dapat memberatkan seseorang di akhirat kelak.
  • Rasulullah SAW dengan tegas mengingatkan bahwa utang bukanlah urusan sepele.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berutang seringkali menjadi solusi darurat atas kebutuhan yang mendesak bagi setiap orang.

Namun hutang merupakan kewajiban yang harus dibayar kepada siapapun.

Makanya, utang berubah menjadi beban hidup yang tak hanya menyusahkan secara lahir, tetapi juga dapat memberatkan seseorang di akhirat kelak.

Rasulullah SAW dengan tegas mengingatkan bahwa utang bukanlah urusan sepele.

Dalam hadits yang dinukil dari Fikih Wanita karya Ust. Muiz al Bantani, disebutkan:

“Nyawa seorang mukmin akan tertahan (diampuni) karena utangnya, hingga utang itu dilunasi.”
(HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).

Baca juga: Kumpulan Doa Safar: Dari Keluar Rumah hingga Naik Pesawat, Lengkap Artinya

Dalam Islam, setiap kesulitan dianjurkan untuk dihadapi dengan ikhtiar yang kuat dan doa yang tulus.

Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan umatnya untuk bekerja dan berusaha, tetapi juga memberikan amalan doa yang terbukti membawa kelegaan hati dan jalan keluar dari lilitan utang.

Makanya Rasulullah SAW juga menganjurkan doa lain yang dapat dipanjatkan agar terhindar dari kekufuran, kefakiran, dan lilitan utang.

Dalam hadits riwayat An-Nasa’i, disebutkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالدَّيْنِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wad daini wal faqri, wa a’udzubika min ‘adzabi jahannam, wa a’udzu bika min fitnatid-dajjal.

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, utang, dan kefakiran. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab neraka Jahanam, dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah Dajjal.”

Waktu untuk membacaka Rasulullah SAW menganjurkan dibaca setiap pagi dan sore hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved