Aturan dan Kebijakan

Siap-siap! Biaya Haji 2026 dan Devisa Pariwisata Berpotensi Terdampak Kenaikan Harga Minyak

Kenaikan harga minyak dunia memiliki potensi berdampak terhadap biaya haji 2026 hingga devisa pariwisata.

Tayang:
Editor: Rizky Zulham
Dok. Tribunnews.com
HAJI 2026 - Ilustrasi menunaikan ibadah haji. Kenaikan harga minyak dunia memiliki potensi berdampak terhadap biaya haji 2026 hingga devisa pariwisata. 

Ringkasan Berita:
  • Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik Iran dengan AS-Israel mulai memunculkan dampak nyata bagi Indonesia.
  • Sejumlah sektor strategis, mulai dari harga energi, layanan ibadah haji, hingga pariwisata dan devisa negara, berpotensi terdampak akibat lonjakan harga minyak dunia serta gangguan jalur penerbangan internasional.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kenaikan harga minyak dunia memiliki potensi berdampak terhadap biaya haji 2026 hingga devisa pariwisata.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik Iran dengan AS-Israel mulai memunculkan dampak nyata bagi Indonesia.

Sejumlah sektor strategis, mulai dari harga energi, layanan ibadah haji, hingga pariwisata dan devisa negara, berpotensi terdampak akibat lonjakan harga minyak dunia serta gangguan jalur penerbangan internasional.

Di sektor energi, konflik Timur Tengah telah memicu kenaikan harga minyak mentah global hingga 52,21 persen, dari sebelumnya 67,02 dolar AS per barel menjadi 102,01 dolar AS per barel per 30 Maret 2026.

Kenaikan ini berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri serta biaya transportasi udara melalui lonjakan harga avtur.

Baca juga: Cek Selisih Tarif Listrik PLN Terbaru April 2026 Lengkap Beda Harga Token dan Pelanggan Pascabayar

Dampak tersebut turut menjadi perhatian pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan memastikan pihaknya berupaya menekan potensi kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) meskipun biaya avtur berpotensi meningkat akibat lonjakan harga minyak.

“Insya Allah kita akan berusaha keras tidak perlu menambah biaya ke jemaah. Kita upayakan sumber-sumber lain yang mungkin masih bisa kita optimalkan nantinya,” ujar Gus Irfan, Selasa 31 Maret 2026.

Menurutnya, konflik Timur Tengah tidak hanya berdampak pada kenaikan harga avtur, tetapi juga berpotensi memicu perubahan jalur penerbangan menuju Arab Saudi demi memastikan keamanan jemaah.

Perubahan rute tersebut berpotensi menambah biaya operasional penerbangan.

Meski demikian, pemerintah menegaskan keselamatan dan keamanan jemaah menjadi prioritas utama dalam pengambilan kebijakan.

Saat ini, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak juga tengah berada di Arab Saudi guna memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah.

"Seperti amanat Presiden bahwa keselamatan dan keamanan jemaah haji menjadi prioritas utama. Karena itu kita melakukan mitigasi berbagai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi," ujar Gus Irfan.

Potensi Kehilangan Wisatawan

Sementara itu, sektor pariwisata juga menghadapi tekanan akibat penutupan wilayah udara Iran yang berdampak pada pembatalan ratusan penerbangan menuju Indonesia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved