Kebakaran SPBE Bekasi
Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, 12 Orang Luka Bakar Serius
Puluhan rumah warga yang berada tepat di seberang jalan dengan jarak sekitar satu meter dari SPBE turut terbakar.
Ringkasan Berita:
- Kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Rabu malam (1/4/2026).
- Api diduga berasal dari kebocoran gas saat proses pengisian yang memicu ledakan besar. Kobaran api bahkan merembet ke permukiman warga hingga membakar puluhan rumah.
- Sebanyak 12 orang dilaporkan mengalami luka bakar serius dengan tingkat keparahan mencapai 60–70 persen.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sebuah stasiun pengisian bluk elpiji (SPBE) di Cimuning, Kota Bekasi, Jawa Barat terbakar hebat pada Rabu 1 April 2026 malam.
SPBE ini dimiliki dan dikelola oleh badan usaha swasta, PT Indogas Andalan Kita.
Badan usaha Indogas ini merupakan salah satu mitra dari PT Pertamina Patra Niaga.
Kebakaran bahkan meluas hingga merembet ke permukiman warga di sekitarnya..
Puluhan rumah warga yang berada tepat di seberang jalan dengan jarak sekitar satu meter dari SPBE turut terbakar.
Besarnya kobaran api yang disertai ledakan membuat bagian atap rumah warga berhamburan hingga ke badan jalan.
Warga bernama Bayu (45) mengatakan, peristiwa bermula saat asap gas mulai tercium dan terlihat di sekitar lokasi.
• Cegah Kebakaran Sejak Dini, Polisi Ajak Warga Lebih Peduli Lingkungan
“Tiba-tiba sudah ada gas (asap) di jalanan depan gerbang SPBE. Awalnya sedikit, terus langsung menyambar ke semua area, asap sudah merata ke mana-mana,” kata Bayu kepada awak media di lokasi, Rabu.
Ia menduga kebakaran dipicu oleh kebocoran gas saat proses pengisian.
“Diduga terjadi kebocoran saat pengisian karena ditinggal. Ini bau gasnya menyengat,” ujar dia.
Menurut dia, kebakaran berlangsung sangat cepat. Asap gas menyebar selama sekitar 15 hingga 20 menit sebelum akhirnya terjadi ledakan besar.
“Sekitar jam 21.00 WIB mulai terjadi ledakan dan langsung menyebar ke mana-mana,” kata dia.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung panik dan berusaha menyelamatkan diri.
“Warga sudah mulai mengungsi sebagian. Katanya ada yang sempat terkena saat awal ledakan. Semua panik,” ujar Bayu.
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI), Indra Septian mengatakan, para korban terdiri dari warga sekitar dan petugas SPBE yang berada di lokasi saat kejadian.
“Total 10 untuk saat ini. Untuk rilis selanjutnya nanti bisa diinformasikan oleh polisi,” ujar Indra kepada awak media di lokasi, Kamis (2/4/2026) dini hari.
Mayoritas korban mengalami luka bakar cukup parah.
“Rata-rata mengalami luka bakar semua di atas 50 persen,” kata Indra.
Meski demikian, untuk sementara ini Indra memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh korban luka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Kami belum menerima data adanya korban jiwa. Cuma korban luka bakar tadi ada 10 yang dibawa ke RS, seperti RS Citra Arafiq, Kartika Husada Setu, RSUD Kota Bekasi, dan RSUD Kabupaten Bekasi,” ujar dia.
Saat ini, PMI menurunkan tiga personel di lokasi kejadian. Selain itu, puluhan ambulans dari berbagai relawan juga dikerahkan untuk membantu evakuasi korban.
“Ada sekitar 30 lebih ambulans dari berbagai relawan yang standby,” ujarnya.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menyebut jumlah korban luka dalam kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, mencapai 12 orang.
Seluruh korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan cukup serius dan saat ini masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
“Memang untuk luka bakar ada sampai 60–70 persen. Sekarang masih mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit yang ada,” ujar Kusumo kepada awak media di lokasi, Kamis 2 April 2026.
Para korban terdiri dari warga sekitar serta karyawan SPBE yang berada di lokasi saat kejadian. Namun, hingga kini proses pendataan masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Saat ini masih proses pendataan. Masih dalam penyelidikan,” ujar dia.
Polisi bersama instansi terkait akan mendirikan posko untuk menangani dampak pascakebakaran, termasuk pendataan kerugian, keselamatan warga, hingga penyediaan tempat tinggal sementara bagi korban terdampak.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Update Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi: 12 Orang Luka Bakar Serius, Polisi Dirikan Posko
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
kebakaran SPBE
ledakan gas
Bekasi
cimuning
Pertamina Patra Niaga
Kebakaran Rumah
korban luka bakar
Mustika Jaya
| Kasat Samapta Polres Ketapang Hadiri Apel Penutupan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 |
|
|---|
| Cek Golongan PNS Dilarang Setiap WFH Resmi Berlaku Mulai 1 April 2026 |
|
|---|
| Libur Long Weekend Awal April 2026, Jumat hingga Minggu, Cek Jadwal Libur Tahun 2026 |
|
|---|
| Tegas Pemerintah Tentang Isu Kenaikan BBM 1 April 2026, Subsidi dan Non Subsidi Lengkap List Harga |
|
|---|
| Update Harga BBM per 1 April 2026: Pertalite hingga Pertamax Tetap, Ini Rinciannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kebakaran-spbe0104.jpg)