Aturan dan Kebijakan

Aturan Terbaru Menteri Bahlil, Kaji Kebijakan Hemat BBM

Berikut aturan terbaru Menteri Bahlil yang saat ini tengah dikaji demi menghemat penggunaan BBM di tanah air.

Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Sekretariat Presiden
ATURAN KEBIJAKAN - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Berikut aturan terbaru Menteri Bahlil yang saat ini tengah dikaji demi menghemat penggunaan BBM di tanah air. 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah tengah mengkaji sejumlah alternatif untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
  • Hal ini disampaikan Bahlil merespons sejumlah negara yang telah membuat kebijakan untuk menghemat penggunaan BBM.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berikut aturan terbaru Menteri Bahlil yang saat ini tengah dikaji demi menghemat penggunaan BBM di tanah air.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah tengah mengkaji sejumlah alternatif untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Hal ini disampaikan Bahlil merespons sejumlah negara yang telah membuat kebijakan untuk menghemat penggunaan BBM.

Seperti menerapkan work from home (WFH), akibat perang yang terjadi di Iran.

"Di kita, lagi sedang kita melakukan exercise, semua alternatif-alternatif yang akan kita pakai untuk kebaikan negara kita, sekaligus untuk mendorong efisiensi pemakaian bahan bakar," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 12 Maret 2026.

Baca juga: Minyak Melonjak Lagi! Harga BBM Terbaru Berlaku Maret sampai April 2026 di SPBU Seluruh Indonesia

Hanya saja, Bahlil menegaskan pemerintah belum membuat keputusan terkait langkah penghematan BBM.

Dia hanya menegaskan bahwa pemerintah masih mencari berbagai alternatif.

"Tapi belum ada keputusan yang pasti, karena semua alternatif dalam kondisi yang tidak stabil begini. Harus kita mencari berbagai alternatif-alternatif," imbuhnya.

Diketahui, perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran terus mengguncang pasokan energi global dan dampaknya mulai terasa di sejumlah negara Asia.

Pakistan, Thailand, Bangladesh, dan Vietnam serentak mengumumkan langkah-langkah darurat untuk menekan konsumsi bahan bakar dan listrik di tengah lonjakan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di Vietnam misalnya, Kementerian Perdagangan meminta pelaku usaha mendorong karyawan mereka untuk bekerja dari rumah guna menghemat konsumsi bahan bakar.

Pemerintah juga menyerukan agar masyarakat tidak menimbun atau berspekulasi soal bahan bakar.

Vietnam termasuk negara yang paling terdampak oleh gangguan pasokan akibat perang Iran, mengingat ketergantungan yang tinggi pada impor energi dari Timur Tengah.

Contoh lainnya, di Pakistan, seluruh sekolah akan tutup selama dua minggu, berdampak pada sekitar 40 juta siswa.

Perguruan tinggi dan universitas beralih ke kuliah daring selama periode yang sama.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved