BGN Klaim Kulaitas MBG Peringkat 2 Dunia Program Makan Sekolah Kalahkan China dan AS
BGN mengklaim kualitas MBG di Indonesia berada di peringkat kedua mengalahkan China dan Amerika Serikat.
Ringkasan Berita:
- Ada sekitar 174.900.000 anak di seluruh dunia menerima manfaat program makan di sekolah.
- Dari total 174 negara di dunia, ada 107 negara yang telah menjalankan program makan sekolah sebagai program nasional.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - BGN mengklaim kualitas MBG di Indonesia berada di peringkat kedua mengalahkan China dan Amerika Serikat.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan World Food Programme (WFP) telah menempatkan Indonesia sebagai negara peringkat dua tertinggi di dunia dalam hal pemberian makan untuk siswa sekolah.
Dilansir siaran pers BGN, data WFP yang dikutip BGN dirilis pada 3 Maret 2026.
Ada sekitar 174.900.000 anak di seluruh dunia menerima manfaat program makan di sekolah.
Dari total 174 negara di dunia, ada 107 negara yang telah menjalankan program makan sekolah sebagai program nasional.
Kata BGN, organisasi kemanusiaan
Baca juga: Ramai Kasus MBG Tak Layak Konsumsi, BGN Minta Warga Laporkan: Sebutkan Lokasinya Kami Tindak
di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menyebut jumlah penerima program makan sekolah di Indonesia mencapai 61.239.037 orang.
Dengan 49.057.682 di antaranya merupakan siswa sekolah.
Dengan jumlah itu, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah penerima manfaat program makan sekolah, atau dikenal sebagai MBG di Indonesia.
Posisi pertama ditempati India dengan 118.000.000 siswa, disusul Indonesia 49.057.682 siswa.
Kemudian Brasil 38.531.387 siswa, China 34.570.000 siswa, serta Amerika Serikat 30.100.000 siswa.
“Dengan lebih dari 61,2 juta penerima manfaat, Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan program makan sekolah terbesar di dunia.
Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang aman.
Dan berkualitas,” kata Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN Khairul Hidayati atau Hida.
Kompas.com bertanya kepada Hida selaku Kepala Biro Hukum dan Humas BGN mengenai sumber data World Food Programme yang menjadi rujukan BGN itu, namun Hida belum merespons.
| Terungkap! Penyebab Sebenarnya Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz |
|
|---|
| Kotak Sumbangan Pernikahan Dicuri di Gunungkidul, Uang Rp15 Juta Raib |
|
|---|
| Strategi Baru Banten, Penagihan Pajak Kendaraan Dilakukan dari Pintu ke Pintu |
|
|---|
| China Jadi Magnet Baru Mahasiswa Internasional 2026, Program STEM Paling Diminati |
|
|---|
| Dari Sengketa Jadi Petaka: Kisah Tragis Satu Keluarga di Perbatasan Kalimantan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/DAPUR-MBG23543we.jpg)