Kalender 2026

2 Juni 2026 Hari Apa? Inilah Daftar Peringatan Nasional dan Internasional

Berikut adalah hari besar nasional dan internasional yang diperingati pada tanggal 2 Juni 2026

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
KALENDER JUNI 2026 - Ilustrasi kalender Juni 2026 yang berisi sejumlah daftar hari libur nasional dan cuti bersama. Berikut adalah hari besar nasional dan internasional yang diperingati pada tanggal 2 Juni 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Tanggal 2 Juni 2026 yang bertepatan pada hari Selasa diperingati sebagai beberapa hari penting nasional dan internasional.
  • Di Indonesia, 2 Juni merupakan hari lahir Tan Malaka, tokoh perjuangan kemerdekaan yang dikenal sebagai pemikir progresif dan aktif dalam pergerakan rakyat. 
  • Ia pernah belajar di Belanda, terlibat dalam gerakan bersama Sarekat Islam, menjadi ketua Partai Komunis Hindia. 
  • Tan Malaka gugur pada 21 Februari 1949 saat agresi militer Belanda, dikenang sebagai pejuang bangsa.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berikut deretan hari besar nasional dan internasional yang diperingati setiap bulan Juni.

Diantaranya adalah pada tanggal 2 Juni 2026 diperingati sebagai hari apa?

Tanggal 2 Juni 2026 bertepatan hari Selasa

Berikut adalah hari besar nasional dan internasional yang diperingati pada tanggal 2 Juni 2026:

Baca juga: 1 Juni 2026 Hari Apa? Inilah Daftar Peringatan Nasional dan Internasional

Hari Lahir Tan Malaka

Tan Malaka merupakan salah satu tokoh nasional yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga. 

Tanggal 2 Juni merupakan hari lahir Tan Malaka. Ia lahir pada tanggal 2 Juni 1897 di Desa Nagari Pandam Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Ia dikenal sebagai tokoh progresif golongan kiri yang ikut dalam berbagai upaya memerdekakan bangsa Indonesia.

Tan Malaka dikenal sebagai tokoh yang banyak mengenyam bangku pendidikan. Ia bahkan pernah belajar sampai ke Belanda. Selama melanjutkan studi di Belanda inilah Tan Malaka mulai mengenal paham sosialisme-komunisme dan kapitalisme-demokrasi.

Pada tahun 1921, Tan Malaka memutuskan untuk pergi dari Sumatra dan menuju ke pulau Jawa. Di Jawa inilah dia bertemu dengan beberapa tokoh penggerak rakyat dari Serikat Islam seperti Tjokroaminoto, Semaun, dan Darsono.

ia bersama yang lainnya membangun sebuah sekolah untuk anak-anak anggota Sarekat Islam. Tan Malaka juga dikenal sebagai tokoh propagandis dalam aksi-aksi pemogokan buruh. 

Sayangnya Tan Malaka sempat dianggap menjadi tokoh yang menkhawatirkan oleh pihak Belanda. Tidak lama setelah Ia diangkat menjadi ketua Partai komunis Hindia (PKH) menggantikan Semaun yang lebih dulu diasingkan ke Belanda pada tahun 1922.

Gerakannya membuat pemerintah Hindia-Belanda mengkhawatirkannya sebagai ancaman baru yang berbahaya. Ia kemudian ditangkap dan dibuang ke luar negeri. Selama di luar negeri Ia justru memanfaatkan kesempatan dengan pergi ke berbagai negara untuk belajar.

Setelah Belanda kalah dari Jepang, barulah Tan Malaka bisa pulang ke Indonesia. Banyak hal dilakukannya. Mulai dari membantu para pekerja Romusha hingga menyemangati para pemuda untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah seperti Jepang. 

Pasa kemerdekaan, tokoh-tokoh Persatuan Perjuangan harus dibungkam dan saat itulah Tan Malaka ikut dijadikan sebagai tahanan politik pemerintah. Dua tahun setelah dijadikan tahanan politik, pada September 1948, Tan Malaka dibebaskan. 

Ia turut menjadi pahlawan perjuangan bangsa. Pada tahun 1949, ketika Belanda menyerang Kediri, beliau bersama dengan banyak gerilyawan yang lainnya berjuang di daerah sungai Brantas di desa Gringging. Sayangnya pada 21 Februari 1949 gugur di tangan militer. 

Hari Penyintas Kanker Nasional 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved