Ramadan 2026

Awal Puasa 2026 di Indonesia dan Arab Saudi Berbeda? Ini Penjelasan BRIN

Sementara itu, Thomas menambahkan bahwa Arab Saudi mungkin akan lebih awal memulai 1 Ramadhan 1447 H.

Tayang:
Editor: Dhita Mutiasari
Layar Tangkap YouTube@Tribunvideo.com
PUASA RAMADHAN - Ilustrasi puasa ramadhan di Arab Saudi. Dilansir dari Islamic Information, Abdullah Al-Mosned memprediksi durasi puasa Ramadan 2026 di Arab Saudi berada pada kisaran 12 hingga 13 jam per hari, tergantung wilayah masing-masing. 

Ringkasan Berita:
  • Awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026 diprediksi berpotensi berbeda di Indonesia
  • Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
  • Sementara Arab Saudi diperkirakan memulai puasa pada 18 Februari 2026. 
  • Durasi puasa di Arab Saudi tahun ini diprediksi lebih singkat, sekitar 12–13 jam per hari karena Ramadan jatuh pada musim dingin.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -   Jutaan umat Muslim di seluruh dunia menantikan kedatangan bulan suci Ramadhan 1447 H

Hitungan mundur telah dimulai, perhitungan kalender masehi awal puasa diperkirakan pada awal Februari 2026 ini.

Meski demikian peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memprediksi, awal bulan puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah (H) berpotensi berbeda.

Sebelumnya, Muhammadiyah secara resmi telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan itu berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia belum menetapkan kapan awal puasa 2026.

Hitung Mundur Puasa Ramadhan 2026, Awal 18 atau 19 Februari? Ini Penjelasannya

Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadhan 1447 H melalui sidang isbat yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa 17 Februari 2026.

Sidang isbat akan memaparkan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi atau metode hisab.

Setelah itu, disampaikan pula laporan hasil rukyatul hilal di 37 titik yang tersebar di Indonesia.

Selanjutnya, Kemenag dan stakeholder terkait akan mengambil keputusan untuk menentukan 1 Ramadhan 1447 H.

Lantas, mengapa BRIN memprediksi awal puasa tahun ini berbeda?

Awal puasa Ramadhan 1447 H versi BRIN

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin menerangkan, potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 H terjadi karena adanya perbedaan posisi hilal di Indonesia dan global.

"Akan ada perbedaan penentuan awal Ramadhan 144 H. Sumber perbedaan bukan seperti sebelumnya yang terkait posisi hilal, tetapi lebih disebabkan oleh perbedaan 'hilal lokal' dan 'hilal global'," ucapnya  Jumat 6 Februari 2026.

Dia mengatakan, Pemerintah Indonesia melalui Kemenag dan sebagian besar ormas Islam di Indonesia diperkirakan menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Hal ini karena pada saat sidang isbat digelar, posisi hilal di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi kriteria baru Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved