52 Putra-Putri Kalbar Ikuti Seleksi Paskibraka 2026, Harisson Tekankan Integritas dan Nasionalisme
Sebanyak 52 putera-puteri terbaik utusan dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat mengikuti seleksi tingkat provinsi tersebut.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Dhita Mutiasari
Ringkasan Berita:
- Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, menegaskan bahwa Paskibraka bukan hanya kegiatan baris-berbaris, melainkan sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan nasionalisme generasi muda.
- Sebanyak 52 peserta dari 14 kabupaten/kota mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Kalbar 2026.
- Harisson meminta peserta menjadi teladan di lingkungan sekolah dan masyarakat serta mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menegaskan bahwa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar ajang baris-berbaris, melainkan wadah pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi.
Sebanyak 52 putera-puteri terbaik utusan dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat mengikuti seleksi tingkat provinsi tersebut.
Peserta terdiri dari 28 putera dan 24 puteri yang sebelumnya telah lolos seleksi ketat di daerah masing-masing.
• Tiga Pasang Terbaik Paskibraka Tingkat Provinsi Kalbar Siap Menuju Seleksi Tingkat Pusat
Harisson Apresiasi Peserta Seleksi Paskibraka
Sekda Harisson menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil mencapai tahap seleksi tingkat provinsi.
Menurutnya, keberhasilan tersebut sudah menjadi prestasi membanggakan karena para peserta merupakan generasi muda terbaik Kalbar.
Ia menegaskan bahwa pembentukan Paskibraka memiliki makna penting dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.
“Paskibraka bukan hanya soal baris-berbaris. Yang terpenting adalah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta rasa cinta kepada bangsa dan negara. Kalian inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan,” katanya.
Peserta Diminta Menjadi Teladan
Harisson juga mengingatkan peserta agar mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, termasuk bijak dalam menggunakan media sosial serta menjaga sikap dan tutur kata.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti tahapan seleksi dengan serius dan penuh semangat sebagai bagian dari proses pembentukan mental dan karakter diri.
“Jadikan proses ini sebagai pengalaman berharga untuk membentuk mental, kepemimpinan, dan karakter diri yang lebih baik,” ungkapnya.'
Harapan Seleksi Berjalan Objektif dan Profesional
Ia berharap proses seleksi berjalan objektif dan profesional sehingga mampu menghasilkan calon Paskibraka terbaik yang dapat mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional.
“Kepada tim seleksi saya berharap dapat melaksanakan tugas secara jujur, objektif, dan profesional. Pilihlah putera-puteri terbaik yang nantinya mampu membawa nama baik Kalbar, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Formasi Paskibraka Kalbar 2026
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, menjelaskan kebutuhan formasi Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 sebanyak 30 orang ditambah dua orang terbaik yang dipersiapkan mengikuti seleksi tingkat pusat sebagai wakil Kalbar.
Seleksi calon Paskibraka berlangsung pada 18 hingga 22 Mei 2026 dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPIP, BPSDM Provinsi Kalbar, Kodam XII/Tanjungpura, Polda Kalbar, PT Persona Pontianak, dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Kalimantan Barat.
Kesbangpol Kalbar Tegaskan Seleksi Transparan dan Profesional
Sebelumnya disampaikan oleh Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Barat, Siti Nurhidayati, menegaskan proses rekrutmen Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi tahun 2026 dilaksanakan secara transparan, profesional.
Ia menyampaikan, seluruh tahapan seleksi mengacu pada surat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terkait penyelenggaraan seleksi calon Paskibraka tingkat kabupaten/kota serta Surat Edaran Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Nomor 1 Tahun 2025 tentang pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga telah menyampaikan surat kepada seluruh kabupaten dan kota agar melaksanakan seleksi calon Paskibraka tahun 2026 sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Total 52 Peserta Ikuti Seleksi Provinsi
Seleksi tingkat kabupaten/kota sebagian besar dilaksanakan pada April 2026, sementara seleksi tingkat provinsi digelar pada 18–22 Mei 2026 di Hotel 95 Pontianak.
Kesbangpol Kalbar meminta masing-masing daerah mengirimkan dua pasang peserta, yakni dua putra dan dua putri. Namun, dari 14 kabupaten/kota, terdapat beberapa daerah yang tidak mampu memenuhi kuota tersebut.
“Total peserta yang mengikuti seleksi tingkat provinsi sebanyak 52 orang, terdiri dari 28 putra dan 24 putri,” jelasnya.
Tahapan Seleksi yang Harus Dilalui Peserta
Dalam tahapan awal, satu peserta dinyatakan gugur karena tidak memenuhi passing grade Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Pendidikan Ideologi Pancasila (PIP).
Nilai minimal TWK yang disyaratkan untuk lanjut ke tahap berikutnya adalah 70 poin.
Peserta selanjutnya mengikuti berbagai tahapan seleksi, meliputi:
- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
- Pendidikan Ideologi Pancasila (PIP)
- Tes Intelegensi Umum (TIU)
- Tes kesehatan
- Kesamaptaan
- Psikotes
- Peraturan Baris Berbaris (PBB)
- Wawancara
Peserta kemudian menjalani rangkaian seleksi lanjutan meliputi tes kesehatan, kepribadian, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan, psikotes, hingga wawancara. Dari seluruh tahapan tersebut, tersaring 44 peserta yang melaju ke tahap akhir, terdiri dari 25 putra dan 19 putri.
Siti Nurhidayati mengatakan, hasil pemeringkatan sebenarnya telah selesai dilakukan. Namun pengumuman resmi masih menunggu hasil Medical Check Up (MCU) terhadap tiga pasang terbaik putra dan putri yang akan dikirim ke tingkat pusat.
“Hasil MCU masih diverifikasi. Jika ada peserta yang tidak memenuhi syarat kesehatan, maka akan digantikan oleh peserta berdasarkan urutan pemeringkatan berikutnya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, biasanya pemanggilan seleksi tingkat pusat dilakukan pada minggu kedua Juni setelah seluruh verifikasi kesehatan selesai.
Jika ada peserta yang tidak memenuhi syarat kesehatan, maka posisinya akan digantikan oleh peserta berdasarkan urutan pemeringkatan berikutnya.
Daftar Tiga Besar Calon Paskibraka Tingkat Pusat
Kategori Putra:
- Muhammad Zaki Raiha Nur (SMA Negeri 1 Sintang)
- Alfath Asadil Purnomo (SMA Kemala Bhayangkari 1 Kubu Raya)
- Sofyan Akbar (SMA Negeri 1 Ketapang)
Kategori Putri:
- Ivone Sumarto (SMA Negeri 3 Singkawang)
- Celine Olivia Apriani Theo (SMA Negeri 5 Pontianak)
- Ega Gustianingsih (SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya)
Syarat dan Komitmen Seleksi Bebas Titipan
Siti Nurhidayati menegaskan, syarat utama mengikuti seleksi Paskibraka meliputi tinggi badan minimal 170 sentimeter untuk putra dan 165 sentimeter untuk putri, berat badan ideal, usia minimal 16 tahun dan maksimal 18 tahun pada Agustus 2026, sehat jasmani dan rohani, mendapat izin sekolah dan orang tua, serta memiliki nilai akademik yang baik.
Selain itu, peserta juga harus memenuhi standar kesehatan fisik seperti tidak mengalami kaki berbentuk O, X, maupun flat foot
Tahapan seleksi sendiri mencakup tes ideologi Pancasila, TWK, Tes Intelegensi Umum (TIU), tes kesehatan, kesamaptaan, psikotes, PBB, hingga wawancara.
“TWK menjadi pintu gerbang utama. Tetapi tes kesehatan juga bisa menggugurkan peserta apabila dinyatakan tidak memenuhi syarat,” katanya.
Tim seleksi terdiri dari unsur Kodam XII/Tanjungpura, Polda Kalbar, Kesbangpol, BPSDM, BPIP, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), hingga konsultan psikologi profesional.
Selama proses seleksi, kegiatan dilaksanakan di sejumlah lokasi seperti Hotel 95 Pontianak, UPT Klinik Pratama, dan GOR Sultan Syarif Abdurrahman.
Siti Nurhidayati kembali menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga integritas seleksi dan menolak segala bentuk intervensi.
“Kami berkomitmen melaksanakan seleksi secara sportif, transparan, dan profesional. Tidak ada ruang untuk titipan. Semua anak memiliki hak yang sama untuk bersaing,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, proses rekrutmen kini menggunakan aplikasi transparansi Paskibraka yang dinilai efektif menekan potensi kecurangan maupun praktik titipan.
"Peserta mendaftar langsung melalui aplikasi. Jika tidak memenuhi syarat, sistem otomatis akan menolak. Alhamdulillah di Kalbar tidak ada oknum yang mencoba menitipkan peserta karena semua berjalan sesuai aturan,” pungkasnya.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
Paskibraka
Paskibraka Tingkat Provinsi Kalbar
Paskibraka Tingkat Provinsi
Paskibraka Terpilih
Paskibraka Istana Negara
Harisson Sekda Kalbar
Seleksi Paskibraka
| Tiga Pasang Terbaik Paskibraka Tingkat Provinsi Kalbar Siap Menuju Seleksi Tingkat Pusat |
|
|---|
| Jemaah Haji Asal Pontianak Meninggal Dunia di Mekkah, Begini Prosedur Penanganan |
|
|---|
| 52 Peserta Ikuti Seleksi Paskibraka Kalbar 2026, Rebut Tiket Nasional |
|
|---|
| Kronologi LCC 4 Pilar Kalbar Viral, Muncul Protes hingga Sekda Harisson Soroti Keputusan Juri |
|
|---|
| 36 Putra-Putri Terbaik Kapuas Hulu Dipilih untuk Pasukan Pengibar Bendera Pusaka "Paskibraka" 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Paskibraka3005.jpg)