Barcode BBM Subsidi Terblokir, Sopir Angkutan di Pontianak Akui Alami Hal Serupa

Ia menjelaskan, kebutuhan pengisian BBM untuk kendaraan angkutan berbeda-beda tergantung jenis kendaraan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Chris Hamonangan Pery Pardede
BARCODE TERBLOKIR - Sejumlah mobil angkutan barang sedang mengantre BBM subsidi di SPBU Jalan Hasanuddin, Kecamatan Pontianak Barat, pada Selasa, 28 April 2026. Barcode pengisian BBM subsidi milik pengguna mobil angkutan barang di Pontianak sempat mengalami pemblokiran sehingga tidak bisa digunakan saat melakukan pengisian di SPBU. 

Ringkasan Berita:
  • Salah seorang sopir angkutan barang di Pontianak, Viki, mengaku sempat mengalami pemblokiran barcode pengisian BBM subsidi sehingga tidak bisa melakukan pengisian di SPBU.
  • Viki mengatakan, dirinya tidak mengetahui penyebab barcode miliknya tiba-tiba tidak dapat digunakan saat hendak mengisi bahan bakar.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Barcode pengisian BBM subsidi milik pengguna mobil angkutan barang di Pontianak sempat mengalami pemblokiran sehingga tidak bisa digunakan saat melakukan pengisian di SPBU. 

Kondisi tersebut membuat sopir kesulitan memperoleh solar subsidi untuk operasional kendaraan.

Salah seorang sopir angkutan barang di Pontianak, Viki, mengaku sempat mengalami pemblokiran barcode pengisian BBM subsidi sehingga tidak bisa melakukan pengisian di SPBU.

Viki mengatakan, dirinya tidak mengetahui penyebab barcode miliknya tiba-tiba tidak dapat digunakan saat hendak mengisi bahan bakar.

Polresta Pontianak Gelar Latpraops Jelang Operasi Pekat Kapuas 2026

"Gak tahu, pas saya ngisi itu tiba-tiba tak bisa, hilang nomor platnya. Dibilang harus daftar lagi buat barcode baru," ujarnya saat ditemui mengantre BBM subsidi di SPBU Jalan Hasanuddin, Kecamatan Pontianak Barat, pada Selasa 28 April 2026.

Menurutnya, barcode miliknya sempat terblokir sekitar sepekan. 

Selama masa tersebut, ia masih bisa beroperasi karena stok BBM di kendaraannya masih tersedia.

"Itu sekitar seminggu lalu. Untung mobil saya jarang jalan, jadi masih ada stok minyak. Kalau yang ngantar barang tiap hari itu susah, mereka harus sering antre minyak," katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan pengisian BBM untuk kendaraan angkutan berbeda-beda tergantung jenis kendaraan. 

Untuk mobil angkutan yang digunakannya, sekali pengisian hanya mendapat jatah sekitar 30 liter.

"Kalau truk-truk bisa sampai 60 liter, tergantung mobilnya lagi," jelasnya.

Viki menambahkan, dirinya sempat melihat keluhan serupa di media sosial terkait barcode BBM subsidi yang terblokir. 

Namun di lingkungan sekitarnya, ia belum mendengar langsung ada sopir lain yang mengalami hal sama.

"Saya lihat di TikTok banyak yang bilang kena blokir juga. Kalau di sekitar saya belum ada dengar, cuma memang pernah ada pemberitahuan kalau barcode tidak bisa berarti terblokir," ucapnya.

Setelah kembali mendaftar, Viki akhirnya memperoleh barcode baru dan kembali bisa mengisi BBM subsidi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved