Ekonomi Keluarga Jadi Penyebab Utama Mahasiswa UM Pontianak Tunggak UKT

Tunggakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi kembali menjadi sorotan di tengah beragam kondisi ekonomi yang dihadapi mahasiswa

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
BERIKAN KETERANGAN - Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di Universitas Muhammadiyah Pontianak, Senin 13 April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah, mengungkapkan bahwa faktor ekonomi menjadi kendala utama mahasiswa dalam menunggak pembayaran SPP. 
  • Meski demikian, ia menilai persoalan tersebut dipengaruhi berbagai kondisi yang dihadapi mahasiswa.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Tunggakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi kembali menjadi sorotan di tengah beragam kondisi ekonomi yang dihadapi mahasiswa dan keluarganya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah, mengungkapkan bahwa faktor ekonomi menjadi kendala utama mahasiswa dalam menunggak pembayaran SPP.

Meski demikian, ia menilai persoalan tersebut dipengaruhi berbagai kondisi yang dihadapi mahasiswa.

"Faktor yang memang paling banyak menjadi kendala mahasiswa nunggak multi sih, tapi yang paling banyak memang latar belakang ekonomi. Karena memang kita akui bahwa latar belakang ekonomi mahasiswa kita bukan sebagian besar di bawah, menengah ke bawah. Bukan golongan menengah ke atas," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di Universitas Muhammadiyah Pontianak, Senin 13 April 2026.

Ia menilai kondisi tersebut wajar terjadi mengingat mayoritas orang tua mahasiswa memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang tidak menentu, seperti nelayan dan petani.

"Sehingga menurut kami hal itu wajar, terjadi. Kondisi ekonomi, ya orang tua sebagian nelayan, petani dan segala macam yang penghasilannya kadang-kadang tidak menentu," tambahnya.

Baca juga: Kebijakan Fleksibel UM Pontianak Tekan Tunggakan UKT, Mahasiswa Diizinkan Cicil Mulai Rp 500 Ribu

Heriansyah menjelaskan, mahasiswa dari keluarga yang benar-benar tidak mampu umumnya telah mendapatkan bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP). Namun, persoalan justru banyak dialami oleh mahasiswa yang tidak masuk kategori penerima bantuan tersebut.

"Ya sebenarnya kalau dia betul-betul berada pada wilayah yang miskin atau apa kan dia dapat beasiswa, KIP dan seterusnya. Jadi sebenarnya lebih mudah bagi yang betul-betul tidak mampu. Yang problem ini yang tidak masuk kategori KIP tapi memang kemampuan ekonomi kurang baik," jelasnya.

Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga mahasiswa juga kerap berubah secara tiba-tiba, sehingga berdampak pada kemampuan membayar biaya kuliah.

"Sehingga ini yang kita butuh layanan tambahan untuk memberikan. Kadang mereka lancar, kadang tiba-tiba dismiss. Kita tidak tahu kan, tiba-tiba orang tuanya meninggal salah satu atau mungkin gagal panen orang tuanya," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini pihak kampus belum menemukan adanya penyimpangan terkait penggunaan dana kuliah oleh mahasiswa.

"Kalau pun kasus-kasus penyimpangan saya kira belum pernah kita temukan. Ada mahasiswa yang menyimpankan dana transfer dari orang tuanya dan segala macam," ungkapnya.

Sebaliknya, banyak mahasiswa yang berupaya mandiri dengan bekerja sambil kuliah. Menurutnya, hal tersebut perlu mendapat perhatian dan dukungan dari kampus.

"Bahkan di antara mereka ada yang bekerja kan. Bekerja secara mandiri. Nah ini kan perlu kita berikan afirmasi, berikan perhatian bagaimanapun usaha mereka untuk kuliah itu sudah kita hargai apalagi dengan dia bekerja sambil kuliah," tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi, pihak kampus memberikan keringanan biaya SPP bagi mahasiswa yang berjuang memenuhi kebutuhan kuliah secara mandiri.

"Tentu kita apresiasi dengan cara tadi itu memberikan keringanan biaya SPP. Saya kira itu, jadi faktor utama biasanya adalah kondisi orang tua biasanya," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved