Pasca Lebaran, Kunjungan Pasien IGD RSUD dr Soedarso Pontianak Kembali Meningkat 

Kunjungan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedarso Pontianak mengalami peningkatan beberapa hari setelah perayaan Idul fitri. 

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
RSUD SOEDARSO - Suasana di depan gedung IGD RSUD dr Soedarso Pontianak, pada 27 Maret 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Pola ini disebut terjadi hampir setiap tahun, terutama mulai hari ketiga hingga sekitar sepekan setelah Lebaran.
  • Direktur RSUD dr Soedarso Pontianak, Hary Agung Tjahyadi, menjelaskan bahwa sebelum Lebaran jumlah pasien di IGD justru cenderung menurun.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kunjungan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedarso Pontianak mengalami peningkatan beberapa hari setelah perayaan Idul fitri. 

Pola ini disebut terjadi hampir setiap tahun, terutama mulai hari ketiga hingga sekitar sepekan setelah Lebaran.

Direktur RSUD dr Soedarso Pontianak, Hary Agung Tjahyadi, menjelaskan bahwa sebelum Lebaran jumlah pasien di IGD justru cenderung menurun.

“Biasanya tujuh hari sebelum Lebaran, jumlah pasien berkurang. Dari yang biasanya sekitar 90 sampai 100 pasien per hari di IGD, turun menjadi sekitar 50 hingga 60 pasien. Mendekati Lebaran angkanya sekitar 60 pasien,” ujarnya, pada Jumat 27 Maret 2026.

Namun, kondisi tersebut berubah setelah hari raya. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sejak hari ketiga setelah Lebaran jumlah pasien mulai meningkat kembali.

“Pada hari ketiga setelah Lebaran jumlah pasien mulai naik lagi menjadi sekitar 70 pasien, bahkan pada hari ketujuh setelah Lebaran bisa kembali mendekati angka 100 pasien per hari,” jelasnya.

Ia mengatakan peningkatan kunjungan pasien pasca Lebaran umumnya berkaitan dengan perubahan pola makan selama hari raya. Berdasarkan data 10 besar penyakit yang ditangani di IGD, banyak pasien datang dengan keluhan gangguan pencernaan.

Baca juga: Jelang Idul Fitri, RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Pastikan IGD Siaga, Layanan Jantung Segera Hadir

“Pasien yang datang banyak mengalami gangguan pencernaan seperti nyeri perut dan diare. Selain itu, ada juga beberapa kasus kecelakaan yang termasuk dalam 10 besar penyakit di IGD pasca Lebaran,” katanya.

Di samping itu, IGD RSUD Soedarso juga tetap menangani pasien dengan penyakit kronis seperti gagal ginjal, penyakit jantung, pneumonia, dan tuberkulosis yang membutuhkan penanganan darurat.

Hary Agung menjelaskan bahwa IGD RSUD dr. Soedarso memiliki kapasitas 24 tempat tidur. Namun, pihak rumah sakit juga menyiapkan tempat tidur cadangan untuk mengantisipasi lonjakan pasien.

“Jika terjadi peningkatan pasien, kami masih bisa menampung hingga sekitar 60 pasien dengan memanfaatkan tempat tidur cadangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, layanan IGD RSUD dr. Soedarso juga didukung berbagai fasilitas penunjang diagnostik yang beroperasi selama 24 jam, seperti radiologi, laboratorium, dan layanan kefarmasian.

“IGD kami tidak hanya memberikan pelayanan kedaruratan, tetapi juga didukung penunjang diagnostik seperti radiologi, laboratorium, serta farmasi yang semuanya beroperasi selama 24 jam,” ujarnya.

Meski dalam suasana Lebaran, pelayanan di IGD tetap berjalan normal karena pengaturan jadwal petugas sudah dilakukan sebelumnya.

“Jumlah petugas di IGD tetap sama, baik sebelum maupun sesudah Lebaran. Walaupun ada yang berlebaran, jadwal sudah diatur sehingga dokter, perawat, dan petugas penunjang lainnya tetap tersedia untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data kunjungan tujuh hari sebelum dan tujuh hari setelah Lebaran, lonjakan pasien mulai terlihat beberapa hari pasca hari raya.

Tercatat, dalam tujuh hari sebelum Lebaran, jumlah kunjungan pasien di IGD berkisar antara 52 hingga 70 pasien per hari. 

Lalu, pada  13 Maret 2026 terdapat 63 pasien, kemudian 62 pasien pada 14 Maret, dan meningkat menjadi 70 pasien pada 15 Maret.

Selanjutnya pada 16 Maret tercatat 60 pasien, 69 pasien pada 17 Maret, 52 pasien pada 18 Maret, dan 57 pasien pada 19 Maret.

Namun setelah Lebaran, jumlah pasien mulai meningkat secara bertahap. Pada 20 Maret 2026 tercatat 56 pasien yang datang ke IGD. Jumlah tersebut kemudian naik menjadi 69 pasien pada 21 Maret dan 71 pasien pada 22 Maret.

Lonjakan lebih signifikan terjadi beberapa hari berikutnya. Pada 23 Maret tercatat 81 pasien, kemudian meningkat tajam menjadi 96 pasien pada 24 Maret. Meski sempat sedikit menurun menjadi 87 pasien pada 25 Maret, jumlah kunjungan kembali naik menjadi 91 pasien pada 26 Maret. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved