Kepsek SMAN 3 Pontianak Sebut Tatap Muka Lebih Efektif untuk Hindari Learning Loss

Ia mengatakan pembelajaran tatap muka membantu menjaga kesehatan mental dan pembentukan karakter siswa secara langsung.

Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
BELAJAR TATAP MUKA - Kepala SMAN 3 Pontianak, Moh. Ikhwan, menilai pembelajaran tatap muka lebih efektif dalam proses belajar mengajar, Kamis 26 Maret 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Menurutnya, pembelajaran langsung penting untuk menghindari penurunan kualitas belajar atau learning loss.
  • Ikhwan menambahkan, pembelajaran tatap muka juga penting dari sisi sosial dan psikologis siswa.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala SMAN 3 Pontianak, Moh. Ikhwan menilai keputusan tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka sudah tepat.

Menurutnya, pembelajaran langsung penting untuk menghindari penurunan kualitas belajar atau learning loss.

“Belajar dari pengalaman pandemi lalu, pembelajaran daring dianggap kurang efektif dalam mentransfer ilmu secara maksimal. Interaksi langsung antara guru dan murid sangat krusial untuk memastikan pemahaman materi. Terutama pada mata pelajaran eksakta atau praktikum yang sulit dilakukan lewat layar,” ujarnya kepada tribunpontianak.co.id, Kamis 26 Maret 2026

Ia juga menyoroti kesiapan infrastruktur digital di Kalbar yang belum merata.

“Di beberapa wilayah Kalimantan Barat, akses internet dan kepemilikan perangkat digital (laptop/smartphone) masih menjadi kendala bagi keluarga kurang mampu. Tetap melaksanakan PTM adalah bentuk keadilan sosia agae siswa di daerah pelosok tidak tertinggal dibandingkan siswa di kota besar,” jelasnya. 

Zulfydar Dukung Sekolah Tatap Muka, Sebut Interaksi Guru dan Siswa Lebih Efektif

Ikhwan menambahkan, pembelajaran tatap muka juga penting dari sisi sosial dan psikologis siswa.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar materi, tapi juga tempat bersosialisasi. PJJ yang berkepanjangan berisiko meningkatkan tingkat stres pada anak, hilangnya disiplin, dan berkurangnya kemampuan bersosialisasi,” ungkapnya.

Ia mengatakan pembelajaran tatap muka membantu menjaga kesehatan mental dan pembentukan karakter siswa secara langsung.

Selain itu, ia menilai penghematan BBM dapat dilakukan melalui cara lain tanpa mengorbankan sektor pendidikan.

“Penghematan bisa dilakukan melalui Optimalisasi penggunaan kendaraan umum atau bus sekolah dan pengaturan jadwal kerja pegawai (WFH) pada sektor non-pelayanan publik. Serta penerapan sistem carpooling (berbagi tumpangan) bagi guru dan staf sekolah,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat memastikan kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara tatap muka di sekolah, mengikuti kebijakan pemerintah pusat. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved