Disdikbud Kalbar Tekankan Peran SMK dalam Peningkatan IPM

Oleh Karena itu, Disdikbud Kalbar mendorong skema kolaborasi antara SMK dan perusahaan tempat masyarakat bekerja.

Tayang:
Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Peggy Dania
WAWANCARA - Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mendorong peran SMK dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalbar, Selasa 10 Maret 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan SMK memiliki peran dalam memperluas akses pendidikan khususnya bagi masyarakat usia kerja yang belum menamatkan pendidikan dasar maupun menengah.
  • Selain itu, hampir 25 persen masyarakat Kalbar tercatat belum menamatkan pendidikan SMA dan sebagian besar dari mereka telah bekerja.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat mendorong peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan SMK memiliki peran dalam memperluas akses pendidikan khususnya bagi masyarakat usia kerja yang belum menamatkan pendidikan dasar maupun menengah.

“Karena SMK ini yang punya MOU dengan perusahaan-perusahaan terkait dengan lulusan-lulusan yang akan bekerja di sana. SMK ini akan membangun MOU baru dengan perusahaan-perusahaan untuk melakukan pembelajaran bagi pekerja-pekerja mereka yang belum memiliki ijazah,” kata Faisal saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Selasa 10 Maret 2026. 

Pimpin Sekolah Indonesia di Jeddah, Mahrani Ungkap Tantangan Layani Anak WNI Tanpa Dokumen

Diketahui, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar saat ini berada di angka 72,09. Meski tergolong cukup tinggi, capaian tersebut masih menempatkan Kalbar di peringkat kelima dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.

Selain itu, hampir 25 persen masyarakat Kalbar tercatat belum menamatkan pendidikan SMA dan sebagian besar dari mereka telah bekerja.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena tidak semua masyarakat usia kerja memungkinkan untuk kembali menempuh pendidikan formal secara konvensional.

Oleh Karena itu, Disdikbud Kalbar mendorong skema kolaborasi antara SMK dan perusahaan tempat masyarakat bekerja.

“Melalui kerjasama tersebut, sekolah dapat menghadirkan layanan pendidikan langsung ke lingkungan kerja,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved