Dinkes Kalbar Imbau Orangtua Segera Periksa Anak Jika Diduga Campak
Menurutnya, cara-cara penanganan tradisional yang dulu sering dilakukan masyarakat tidak cukup untuk menangani penyakit campak.
Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Ia menegaskan bahwa penyakit campak tidak bisa dianggap ringan seperti anggapan sebagian masyarakat selama ini.
- Menurutnya, cara-cara penanganan tradisional yang dulu sering dilakukan masyarakat tidak cukup untuk menangani penyakit campak.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Erna Yulianti, mengimbau masyarakat agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala yang mengarah pada penyakit campak.
“Saya sarankan kepada masyarakat, terutama ibu-ibu, jika ada anak-anak yang diduga atau dicurigai campak segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat, baik puskesmas maupun rumah sakit,” ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Selasa 10 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa penyakit campak tidak bisa dianggap ringan seperti anggapan sebagian masyarakat selama ini.
Menurutnya, cara-cara penanganan tradisional yang dulu sering dilakukan masyarakat tidak cukup untuk menangani penyakit campak.
Selain itu, para orangtua juga diingatkan untuk memastikan status imunisasi anak sudah lengkap.
“Satu lagi pesan saya kepada ibu-ibu untuk anak-anaknya segera melihat apakah imunisasinya lengkap atau tidak. Kalau tidak lengkap segera dilengkapi, karena itu salah satu cara untuk menjaga penyakit campak pada anak,” jelasnya.
• Dinkes Kubu Raya Sebut Kasus Campak Menurun dari 2025 Hingga Awal 2026
Ia menambahkan, vaksin campak sangat penting untuk memberikan kekebalan tubuh pada anak.
“Sangat penting sekali karena untuk memberikan kekebalan tubuh pada anak dan melindungi anak dari penyakit, tidak hanya campak tetapi juga penyakit lain yang bisa dicegah dengan imunisasi,” ujarnya.
Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai efek samping vaksin, ia menegaskan bahwa vaksin yang diberikan melalui program pemerintah hingga saat ini dinyatakan aman.
Namun, ia menjelaskan bahwa anak yang akan menerima imunisasi harus dalam kondisi sehat.
“Anak yang akan imunisasi adalah anak yang sudah dinilai sehat dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan. Kalau anaknya demam, batuk, pilek, untuk ditunda sementara sampai anaknya sembuh, baru diimunisasi kembali,” pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Kepala Dinas Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar
Erna Yulianti
Imunisasi Campak
gejala campak pada anak
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Selasa 10 Maret 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Pontianak
| 6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Ciri-ciri Nurul Fadilah Gadis di Pontianak yang Dilaporkan Hilang |
|
|---|
| Cuaca Kalbar Besok 23 April 2026 di 14 Daerah! Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu Waspada |
|
|---|
| Mekanisme Tilang ETLE Handheld yang Bakal Diterapkan Polisi di Kawasan Rawan Kecelakaan Pontianak |
|
|---|
| Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut di Bundaran Untan Pontianak yang Tewaskan Satu Pemotor |
|
|---|
| Kronologi Lengkap Hilangnya Remaja Perempuan di Sungai Jawi Pontianak, Kemana Nurul Fadilah? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Erna-Yulianti-23RSDF4W.jpg)