Ramadhan 2026
Sempat Rapel 3 Hari di Awal Puasa, MBG Kini Disalurkan Harian Selama Ramadan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parit Tokaya 1, Pontianak Selatan sempat disalurkan dengan sistem rapel.
Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Namun setelah adanya imbauan dari Badan Gizi Nasional (BGN) distribusi kini dilakukan dengan sistem menu harian.
- Kepala SPPG Parit Tokaya 1, Rizqi Ramdhan menjelaskan, sistem rapel tersebut hanya dilakukan pada Senin lalu bertepatan dengan awal masuk sekolah saat bulan puasa.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parit Tokaya 1, Pontianak Selatan sempat disalurkan dengan sistem rapel tiga hari pada hari pertama masuk sekolah di awal Ramadan.
Namun setelah adanya imbauan dari Badan Gizi Nasional (BGN) distribusi kini dilakukan dengan sistem menu harian.
Kepala SPPG Parit Tokaya 1, Rizqi Ramdhan menjelaskan, sistem rapel tersebut hanya dilakukan pada Senin lalu bertepatan dengan awal masuk sekolah saat bulan puasa.
“Untuk yang hari ini menggunakan menu harian. Jadi tidak menggunakan menu rapel selama tiga hari. Karena sudah diimbau dari BGN bahwa tidak boleh menggunakan rapel selama tiga hari,” ujarnya usia menyalurkan MBG di SMP Negeri 22 Pontianak, Kamis 26 Februari 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut diberlakukan menyusul adanya sejumlah komplain dan miskomunikasi di sejumlah daerah di Indonesia sehingga kini distribusi dilakukan per hari.
Untuk menu hari ini terdiri dari roti, kurma, ayam, tempe dan sayur selada.
Adapun total penyaluran dari Dapur Parit Tokaya 1 mencapai sekitar 2.556 porsi.
Khusus di SMP 22 Pontianak jumlah penerima sebanyak 492 siswa.
Rizqi menambahkan, menu yang disalurkan berbeda setiap hari dan disesuaikan dengan kebutuhan gizi siswa serta ketersediaan bahan pokok.
“Untuk menu per hari itu berbeda. Disesuaikan dengan kebutuhan siswa, nilai gizi, dan keadaan bahan pokok yang tersedia,” jelasnya.
Sementara untuk distribusi hari Sabtu, dilakukan pengantaran pada Jumat mengingat ada beberapa sekolah yang libur.
Terkait variasi menu, pihaknya juga mempertimbangkan permintaan siswa. Beberapa menu seperti bakso, mie ayam, maupun nasi goreng kerap menjadi pilihan.
Sementara itu, PIC Yayasan Berkah Pangan Kalimantan, Wimo Patrajaya menegaskan bahwa setiap permintaan menu dari siswa tetap harus melalui koordinasi dengan tim ahli gizi agar sesuai standar yang berlaku.
“Terkait menu yang disampaikan tadi, request-request harus kita koordinasikan dengan tim ahli gizinya agar sesuai dengan standar gizi yang ada,” ujarnya.
Ia mencontohkan menu bakso yang umumnya termasuk produk ultra processed food (UPF). Namun jika diproduksi sendiri menggunakan daging segar dan diolah langsung maka dapat meminimalisir penggunaan bahan pengawet.
Baca juga: TNI di Kecamatan Air Besar Kawal Distribusi MBG Perdana Untuk 1.320 Penerima
| Tabligh Akbar Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Sekda Ajak Warga Perkuat Persatuan |
|
|---|
| Merakyat di Bulan Ramadan, Bupati Ketapang Alexander Wilyo Duduk Melingkar Bersama Warga |
|
|---|
| IWO Landak dan HPI POU Bagi Sembako ke Kaum Dhuafa di Masjid Ismahayana |
|
|---|
| Waspada! 10 Kebiasaan Sepele yang Bisa Mengurangi Pahala Puasa Ramadhan |
|
|---|
| Lengkap! Niat Zakat Fitrah Sekeluarga Langsung atau Untuk Diri Sendiri hingga Anak Sesuai Pilihan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Provinsi-Kalbar-Kamis-26-Februari-2026.jpg)